Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR <p>Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) merupakan&nbsp;seminar dan&nbsp;<em>call for paper </em>&nbsp;yang diselenggarakan oleh Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Nusantara PGRI Kediri. SEMDIKJAR diselenggarakan dengan bidang kajian sebagai berikut:</p> <ol> <li class="show">Pendidikan dan Pembelajaran</li> <li class="show">Evaluasi Pembelajaran</li> <li class="show">Inovasi Pembelajaran</li> <li class="show">Bahasa, Sastra, dan Pembelajaran</li> <li class="show">Kearifan Lokal dalam Pembelajaran</li> <li class="show">Bimbingan Konseling</li> <li class="show">Pengembangan Strategi Pembelajaaran</li> <li class="show">Kurikulum, Kebijakan Sekolah, dan Manajemen Pendidikan</li> <li class="show"><em>School Voice</em> (Penelitian Tindakan Kelas dan Penelitian Tindakan Sekolah)</li> <li class="show">Tema lain relevan</li> </ol> Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Nusantara PGRI Kediri en-US Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2598-6139 COVER http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/73 <p>COVER</p> Editor Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-25 2019-11-25 3 Daftar Isi http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/74 <p>Daftar Isi</p> Editor Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-25 2019-11-25 3 PENGUATAN PENDIDIKAN DAN KEBUDAYAAN MENYONGSONG SOCIETY 5.0 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/4 <p>Materi dapat di download pada <a title="Materi 1" href="https://drive.google.com/open?id=1hmFuEwFvtEr79Y8-WnxbaJPm0sFXgHPw&nbsp;" target="_blank" rel="noopener">Link ini</a></p> <p>&nbsp;</p> Mustaji Mustaji Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 1 34 Ekstrapolasi Paradigma Pendidikan dan Kearifan Kebudayaan Lokal Dalam Menyambut Society 5.0 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/5 <p>Tulisan ini mengupas tentang &nbsp;ekstrapolasi paradigma &nbsp;pendidikan dan &nbsp;kearifan kebudayaan lokal dalam menyambut Society 5.0, yaitu masyarakat yang mampu menyeimbangkan kemajuan&nbsp; ekonomi dan menyelesaikan masalah sosial dengan mengintegrasikan dunia maya dan &nbsp;dunia fisik. &nbsp;Society 5.0 diluncurkan di Jepang pada Januari 2019&nbsp; pada saat&nbsp; masyarakat&nbsp; Jepang&nbsp; mengalami kerisauan akibat kehadiran&nbsp; teknologi tinggi &nbsp;berbasis kecerdasan artifisial sebagai&nbsp; sesuatu yang sangat menakutkan karena banyak orang kehilangan pekerjaan, kebanggan kaum kaptilais karena prinsip efektifitas dan efisien dalam bisa diwujudkan, serta hilangnya naluri kemanusiaan&nbsp; karena tuntutan teknologi. Keseimbangan kehidupan manusia menjadi isyu utama masyarakat 5.0 yang meliputi : emosional, intelektual, fisikal, sosial dan spiritual. &nbsp;Pemberian sentuhan nilai- nilai humanisme melalui pendidikan &nbsp;dan&nbsp; integrasi&nbsp; nilai-nilai kearifan budaya lokal menjadi <em>social capital</em> penting di era Society 5.0 yang akan diterima oleh masyarakat dunia dalam upaya menghilangkan <em>gab</em> akibat Revolusi Industri 4.0.</p> Suswandari Suswandari Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 35 45 Desain Strategi Pembelajaran ASIC (Adapting, Searching, Interpreting, Creating) yang Berorientasi untuk Meningkatkan Kecakapan Hidup Abad 21 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/6 <p>Hasil penelitian melalui <em>phenomology study</em> mengungkapkan bahwa kendala dalam pembelajaran berkelompok pada kelas inkuiri adalah belum optimalnya kolaborasi antar siswa berkemampuan akademik bawah dengan siswa berkemampuan akademik atas. Penyebabnya adalah siswa berkemampuan akademik rendah belum memiliki kesempatan untuk mengonstruksi struktur kognitifnya sehingga pada proses diskusi kelompok peran siswa berakademik rendah sangat kurang dan hasil kerja kelompok cenderung didominansi oleh siswa berakademik atas. Penguasaan konsep sains peserta didik yang rendah juga disebabkan strategi yang digunakan belum memberdayakan observasi yang mengacu kerja ilmiah. Bertolak dari kondisi empiris tersebut, telah didesain pembelajaran yang mengakomodasi temuan tersebut dan sejumlah teori belajar. Strategi pembelajaran ASIC merupakan akronim dari <em>Adapting</em>, <em>Searching</em>, <em>Interpreting, </em>dan <em>Creating</em>). Makalah ini mendeskripsikan aktivitas-aktivitas peserta didik selama dibelajarkan dengan strategi pembelajaran ASIC yang telah dinyatakan valid oleh pakar (ahli teknologi pembelajaran, pembelajaran elektronik, psikologi perkembangan, pembelajaran IPA, bidang IPA/ Biologi, dan praktisi/ guru senior). Makalah ini juga memaparkan teknis pengintegrasian pendidikan karakter, literasi, dan kecakapan hidup abad 21 berupa 4C (<em>creativity, critical thinking, communication, </em>dan <em>collaboration</em>) melalui <em>deep analysis</em> sejumlah teori belajar dan justfikasinya berdasarkan kasus atau temuan dalam <em>phenomology study</em>.</p> Agus Muji Santoso Poppy Rahmatika Primandiri Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 46 46 Estetika Bahasa, Tembang Lakon Ketoprak: Kajian Ethnopuitika http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/7 <p>Fokus penelitian ini adalah estetika lakon ketoprak dengan pendekatan &nbsp;etnopuitika. Secara khusus fokus penelitian ini sebagai berikut: (1) estetika bahasa lakon ketoprak yang mencakup diksi dan gaya bahasa; (2) estetika tembang lakon ketoprak yang mencakup tembang iringan dan tembang adegan. Penelitian ini penelitian kualitatif dengan&nbsp; metode deskriptif. Pendekatan &nbsp;yang digunakan adalah &nbsp;pendekatan &nbsp;etnopuitika.&nbsp; Sumber &nbsp;data &nbsp;pada &nbsp;penelitian ini adalah dokumen&nbsp; audio-visual pementasan &nbsp;Ketoprak Siswo budoyo Tulungagung – Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif, yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu: pereduksian&nbsp; data, paparan data, dan penarikan &nbsp;kesimpulan. Secara keseluruhan &nbsp;hasil penelitian <em>“Estetika&nbsp; Lakon&nbsp; Ketoprak”&nbsp; </em>yang telah dianalisis mencakup: (1) estetika bahasa&nbsp; lakon ketoprak meliputi: (i) diksi piranti <em>g</em><em>r</em><em>e</em><em>ge</em><em>t saut</em>; (ii) diksi piranti <em>s</em><em>ambung rapet</em>; (iii) diksi piranti <em>s</em><em>alah gumun</em>; (iv) diksi piranti <em>nengsemake</em>; (v) diksi piranti <em>n</em><em>g</em><em>es</em>; (vi) diksi piranti <em>undha-usuking&nbsp; basa</em>; dan &nbsp;(vii) diksi piranti <em>r</em><em>a</em><em>kitaning &nbsp;ukara; &nbsp;</em>dan &nbsp;estetika gaya bahasa &nbsp;dalam&nbsp; lakon&nbsp; ketoprak meliputi: (i) gaya bahasa <em>pa</em><em>r</em><em>amasastra-Kawi; </em>(ii) gaya bahasa <em>amardi basa</em>; (iii) gaya bahasa <em>pa</em><em>r</em><em>ama-sastra</em>; (iv) gaya bahasa <em>amardawa basa. </em>(3) estetika tembang yang meliputi: (a) tembang pengiring dan (b) tembang adegan. Tembang pengiring keseluruhan &nbsp;meliputi:&nbsp; <em>lagon, ada-ada, kawin sekar, gerongan, sindhenan, kandha sekar, senggakan dan tembang dolanan. </em>Hasil analisis tembang adegan meliputi: <em>t</em><em>embang adegan diiringi gamelan dan tembang adegan yang tidak diiringi gamelan.</em></p> Endang Waryanti Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 47 58 “Wayang Gandrung” Sebuah Tradisi Seni Dalam Pembelajaran Matematika Masa Kini http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/8 <p>Wayang Gandrung” atau yang sering disebut dengan “Wayang Mbah Gandrung” adalah sejenis wayang merupakan sejenis wayang klitik yang berasal dari daerah Pagung Kediri Jawa Timur. Wayang tersebut dikenal syarat dengan mistis mulai dari &nbsp;yang banyak menyimpan cerita dan menjadi salah satu budaya bagi masyarakat Kediri. Sementara itu, perkembangan teknologi dan informasi yang mulai menggeser budaya lokal menjadi masalah baru sebagai awal kepunahan budaya lokal. Upaya pelestarian budaya lokalpun banyak diupayakan salah satunya oleh peneliti dibidang pendidikan. Penelitian ini menghasilkan Indikator Pencapaian Kompetensi (IPK) yang dikembangkan melalui budaya seni “Wayang Gandrung” berdasarkan pada kompetensi inti dan kompetensi dasar pembelajaran SD sesuai K-13.</p> Feny Rita Fiantika Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 59 68 Model Pembelajaran Gal'perin Pada Mata Kuliah Statistika http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/1 <p>Sebagaimana dipahami bahwa belajar statistika tidak bisa menggunakan ‘Sistem Kebut Semalam” (SKS), melainkan harus melalui proses pembentukan dan pengembangan karakter pola berpikir yang cermat, teliti, logis, kritis, analisis, sistematis, dengan melalui latihan-latihan dan pembiasaan-pembiasaan melalui tugas-tugas. Melalui proses latihan-latihan inilah diharapkan dapat mengembangkan kemampuan berpikir yang teliti, cermat, logis, kritis, dan analitis. Salah satu pola atau model yang dimungkinkan untuk mewujudkan pembelajaran efektif adalah model pembelajaran Gal’Perin yang merupakan gabungan dari beberapa metode mengajar. Gabungan metode ini dapat meningkatkan minat dan interaksi peserta sisik serta menuntut keterlibatan peserta didik secara aktif. Model ini memiliki langkah antara lain orientasi, latihan, umpan balik dan lanjutan.</p> Bambang Soenarko Abdul Aziz Hunaifi Kukuh Andri Aka Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 69 85 Pengendalian Emosi Anak Usia Dini Melalui Metode Bermain Kolaboratif (Studi Kasus Pada Anak Kelompok B1 di TK Negeri Pembina Mojoroto) http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/2 <p>Pelaksanaan penelitian ini dilakukan karena ditemukanya permasalahan tentang kemampuan mengendalikan diri anak di kelompok B1 TK Negeri Pembina Mojoroto dimana kondisi pengendalian emosi belum mampu secara optimal. Ketidakmampuan mengendalikan emosi dapat menggangu pencapaian perkembangan aspek yang lain. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui peningkatan kemampuan pengendaalian emosi dengan menerapkan metode bermain kolaboratif. Desain yang digunakan adalah kualitatif pendekatan studi kasus dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan juga dokumentasi. Data yang terkumpul dinalisis menggunakan deskriptif kualitatif. Hasil yang ditemukan dari penelitian ini adalah metode bermain kolaboratif yang diterapkan dengan mengedepankan kegiatan menyenangkan, dilakukan berkelompok, melibatkan pendekatan personal pemberian penghargaan pada anak yang mampu mengendalikan emosi dengan wajar ditemukan bahwa kegiatan menggunakan metode bermain kolaboratif dapat menjadikan anak mampu mengendalikan emosi secara perlahan menjadi lebih terarah. Rekomendasi yang dapat disampaikan dari hasil penelitian ini ketika pembelajaran menggunakan metode bermain kolaboratif terus dilakukan dapat digunakan dalam pengembangan aspek anak usia dini yang lain dengan merancang kegiatan yang berbeda karena ketika anak sudah mampu mengendalikan emosi akan mudah dalam mencapai aspek perkembangan yang lain.</p> Anik Lestariningrum Isfauzi Hadi Nugroho Kuntjojo Kuntjojo Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 86 97 Implementasi Kearifan Lokal Masyarakat Indonesia Sesuai Nilai Religius di Sekolah Dasar http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/9 <p>Kebudayaan global/asing memang tidak semuanya buruk. Seperti yang telah dipelajari selama ini, budaya asing tidak harus ditolak mentah-mentah, namun harus dapat difilter secara baik. Kebudayaan lokal atau kearifan lokal adalah sesuatu yang dapat menjadi filternya. Hal tersebut sesuai dengan pendapat Ayat (1986), yaitu, kearifan lokal dapat digunakan sebagai filter dan pengendali terhadap budaya luar, mengakomodasi unsur-unsur budaya luar, mengintegrasikan unsur budaya luar ke dalam budaya asli, dan memberi arah pada perkembangan budaya. Disisi lain kearifan lokal ternyata dapat mengakomodasi penguatan pendidikan karakter, seperti pendapat Gunawan (2012) kearifan lokal dapat digunakan fondasi membangun karakter bangsa, sepanjang tidak bertentangan dengan nilai-nilai Pancasila. Dalam inovasi-elaborasi kearifan lokal dengan penguatan pendidikan karakter di sekolah dasar dapat dilakukan dengan menyisipkan cerita, prinsip, dan ide-ide berbagai budaya-kearifan lokal di Indonesia (yang sesuai dengan lima nilai PPK) pada berbagai kegiatan pendidikan. Berdasarkan kajian teoritik atas wujud implementasi kearifan lokal masyarakat Indonesia sesuai nilai religius di sekolah dasar, dirumuskan bahwa implementasinya dapat diwujudkan melalui program (1) kegiatan berdoa atau beribadah di sekolah, (2) memperingati hari besar keagamaan, (3) program bersyukur dan berbagi, (4) program ekstrakurikuler berbasis keagamaan. Program-program sekolah tersebut dapat disesuaikan dengan kearifan lokal masing-masing daerah dimana sekolah tersebut berada. Hal ini bertujuan agar peserta didik dapat lebih mengenal dan mencintai kearifan lokal daerahnya masing-masing.</p> Endang Sri Mujiwati Kukuh Andri Aka Karimatus Saidah Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 98 110 Implementasi Lesson Study untuk Meningkatkan Kualitas Pembelajaran Akuntansi http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/10 <p>Dalam proses pembelajaran perlu dilakukan perbaikan secara terus menerus, hal tersebut dilakukan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Pembelajaran dapat dikatakan berkualitas jika dalam proses pembelajaran tersebut semua komponen yang terlibat didalamnya saling berkontribusi. Dimulai dari perangkat pembelajaran yang digunakan, metode maupun media yang digunakan, serta kesiapan guru dalam mengajar dengan karakteristik siswa yang beragam. <em>Lesson study</em> merupakan salah satu cara yang dapat digunakan untuk memperbaiki kualitas proses pembelajaran, dimana dengan implementasi <em>lesson study</em> sebelum dilakukan proses pembelajaran terlebih dahulu diidentifikasi kebutuhan-kebutuhan dalam pembelajaran, menganalisis semua komponen sehingga diharapkan dapat menciptakan pembelajaran yang efektif dan efisien serta dapat mencapai tujuan akhir yang diharapkan dalam pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk meningkatkan kualitas pembelajaran akuntansi melalui implementasi <em>lesson study</em>. Metode yang dilakukan yaitu dengan menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Secara umum dari penelitian yang sudah dilakukan dapat diketahui bahwa dengan implementasi lesson study dapat meningkatkan kualitas pembelajaran akuntansi. Sehingga implementasi <em>lesson study</em> dapat dikatakan mampu membuat proses pembelajaran akuntansi di SMK lebih bermakna dan memberikan pengalaman lebih terutama bagi guru dan siswa selama pembelajaran.</p> Bayu Surindra Elis Irmayanti Efa Wahyu Prastyaningtyas Tri Ayatik Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 111 121 Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Mahasiswa Pada Matakuliah SPT Melalui Metode Diskusi Kelompok Berbasis Lesson Study http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/11 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peningkatan kemampuan pemecahan masalah mahasiswa program studi Pendidikan biologi . Instrumen yang digunakan adalah tes berbentuk esai dengan rubrik yang sudah dikembangkan oleh peneliti. Data dianalisis dengan menggunakan skala Green. Hasil penelitian menunjukkan ada peningkatan dari siklus I ke siklus II yaitu pada siklus I kategori <em>super</em> dari 9,09% menjadi 45,45%, sedangkan untuk kategori <em>ok</em> turun dari 54,55% menjadi 27,27%, demikian juga kategori <em>development</em> turun dari 18,18% menjadi 9,09%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa dengan menggunakan diskusi kelompok berbasis <em>lesson studi</em> dapat meningkatkan kemampuan pemecahan masalah.</p> Mumun Nurmilawati Sulistiono Sulistiono Ida Rahmawati Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 122 127 Non-verbal Languages, Important Aspects Neglected By English Teachers in Teaching Speaking http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/13 <p>To face the Industrial Era 4.0, the high school graduates must have some skills. They are critical thinking, collaboration, communication, and creativity. One of the important skills mentioned is communication. This is in line with English subject in high school. One of the basic competence of English is that students are able to respond certain texts orally and in written. So, the students study listening and speaking for oral skills, and reading and writing for written skills. Speaking is a part of oral communication taught in English subject to the students. The English teachers must take some considerations when they teach speaking. Ideally, they should introduce verbal and non-verbal languages and the ways to apply them in oral communication. Verbal language covers the choice of words dealing the topic and the sentence structure. The second includes how to deliver their idea. It covers facial expression, posture, gesture, and other body movement. Both of the languages will influence me meaning or idea that the students deliver. However, many English teachers focus on the first rather than the second aspect. They often neglect the second aspects. In this article, the writer would like to explain what non-verbal languages are, how those aspects influence the oral communication, and how to introduce those aspects in speaking class.</p> Diani Nurhajati Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-28 2019-10-28 3 128 134 Meningkatkan Keterlibatan Siswa Dalam Proses Pembelajaran dan Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi Pada Mata Pelajaran PPKn Dengan Metode Seminar Socrates http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/12 <p>Keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran&nbsp; dan keterampilan berpikir tingkat tinggi dan sebagai salah satu &nbsp;masalah penting saat ini. Studi ini mengeksplorasi efektivitas metode Seminar Socrates sebagai salah satu metode pembelajaran untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan keterampilan berpikir tingkat tinggi. Penelitian tindakan kelas ini dipadukan dengan program Lesson Study dilakukan selama 3 minggu( 3 kali pertemuan). Subjek siswa SMAN 5 Kediri kelas XI. Hasil studi menunjukkan&nbsp; metode Seminar Socrates dapat meningkatkan&nbsp; keterlibatan siswa dalam proses pembelajaran dan juga meningkatkan keterampilan berpikir tingkat tinggi.</p> Agus Widodo Nur Salim Yunita D. Pristiani Peni Setyawati Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-30 2019-10-30 3 135 142 Peningkatan Keberanian Observasi Mahasiswa Melalui Lesson Study di Program Studi Pendidikan Sejarah Universitas Nusantara PGRI Kediri http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/14 <p>Observasi merupakan suatu kegiatan melihat, kemudian memahami pengetahuan dari sebuah fenomena berdasarkan&nbsp;pengetahuan yang sudah diketahui sebelumnya untuk mendapatkan informasi yang dibutuhkan. Kegiatan observasi membutuhkan sebuah keberanian dari mahasiswa untuk mengungkapkan apa yang dilihat, dirasakan dan didengar. Kompetensi keberanian dalam observasi sangat dibutuhkan khususnya pada mahasiswa program studi Pendidikan Sejarah. Melalui <em>Lesson Study</em>, mahasiswa diharapkan lebih berani dalam kegiatan observasi di setiap penulisan maupun penelitiannya. Pelaksanaan <em>Lesson Study</em> melibatkan tiga dosen, satu dosen sebagai model dua sebagai observer. <em>Lesson Study</em> mencakup tiga tahap yang merupakan satu rangkaian yaitu <em>Plan, Do</em>, dan <em>See</em>. Dalam tahap <em>Plan</em> dilakukan diskusi mengkaji perencanaan pembelajaran yang dibuat oleh dosen model. Tahap <em>Do</em> dilakukan pembelajaran oleh dosen model berdasar perencanaan pembelajaran hasil <em>Plan</em>. Terakhir tahap <em>See</em> dilakukan refleksi untuk mengevaluasi pelaksanaan pembelajaran untuk menemukan kelebihan dan kelemahan guna ditindak lanjuti pada pembelajaran berikutnya. <em>Lesson Study</em> dilaksakan delapan kali <em>open class</em> untuk satu dosen model. Hasil akhir menunjukkan bahwa pelaksanaan <em>Lesson Study</em> dapat: 1) meningkatkan keaktifan mahasiswa dalam mengikuti pembelajaran mata kuliah Observasi, 2) meningkatkan suasana pembelajaran lebih hidup dan kreatif, dan 3) meningkatkan kerjasama antar mahasiswa. Dapat disimpulkan bahwa keberanian observasi mahasiswa meningkat dan berdampak pada proses</p> Sigit Widiatmoko Nara Setya Wiratama Siska Nurazizah Lestari Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-30 2019-10-30 3 143 159 Instructional Design in Teaching English Using Authentic Assessment: The Practice of Experiment / Demonstration in Teaching Speaking http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/15 <p>Authentic assessment is very familiar in English language teaching, especially viewed from the 2-13 curriculum which recommends teachers to implement authentic assessment in classroom activities.&nbsp; Authentic assessment is very familiar in English language teaching, especially viewed from the 2013 curriculum which recommends teachers to implement authentic assessment in classroom activities.&nbsp; Instructional design has a very significant role in learning teaching process. In conducting classroom activities, the teacher has to prepare instructional design which reflects the activities of the classroom activities. There things which are related to each other, namely teaching, assessment, and test. The method used in this research is qualitative. Observation and interview were used to collect the data. The research results are there is improvement on students’ achievement, involvement, motivation, and psychological management. The situation of the classroom is also more interesting. Besides that, the students’ creativity is also better. In short the use of experiment / demonstration in teaching speaking is highly recommended.</p> Dewi Kencanawati Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-10-30 2019-10-30 3 160 164 Motivasi Belajar Mahasiswa Dalam Pembelajaran Berbasis Proyek Menyongsong Sociaty 5.0 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/17 <p>Sociaty 5.0 merupakan integrasi antara kehidupan dunia nyata dan dunia maya. Manusia sebagai komponen utama dalam menggunakan teknologi modern untuk memenuhi kebutuhan. Pembelajaran berbasis proyek merupakan model pembelajaran yang melibatkan mahasiswa dalam kegiatan pemecahan masalah dan tugas-tugas bermakna lainnya serta untuk menghasilkan suatu produk yang bernilai. Dengan adanya sumber belajar yang luas di dunia maya seharusnya menjadi tantangan bagi mahasiswa untuk belajar lebih efektif. Namun, mayoritas mahasiswa STKIP PGRI Lumajang melakukan copy-paste sumber pustaka di internet dalam menyelesaikan tugas perkuliahan dan kurang menganalisis sumber pustaka tersebut secara mendalam. Hal ini menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa STKIP PGRI Lumajang masih rendah meskipun sudah menggunakan sumber belajar yang canggih yaitu internet. Tujuan penelitian ini yaitu untuk meningkatkan motivasi belajar mahasiswa dalam pembelajaran berbasis proyek menyongsong sociaty 5.0. Metode dalam penelitian ini adalah penelitian tindakan (action research). Teknik pengumpulan data menggunakan angket dan observasi. Berdasarkan data hasil angket, motivasi belajar mahasiswa STKIP PGRI Lumajang program studi Pendidikan Matematika angkatan 2016 dalam pembelajaran berbasis proyek dengan menggunakan sumber belajar dari internet menunjukkan peningkatan. Rata-rata skor motivasi belajar mahasiswa yaitu 4,2 dan 4,3 dengan kategori baik. Demikian juga dengan hasil observasi saat proses pembelajaran berbasis proyek menunjukkan bahwa motivasi belajar mahasiswa dalam kategori baik.</p> Ana Rokhmawati Puji Savvy Dian Faizati Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-13 2019-11-13 3 165 172 Penerapan “Living Values Education” Melalui Lesson Study di Truong Quyen Primay School Vietnam http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/18 <p>Melatar belakangi penelitian&nbsp; pendidikan di Vietnam adalah berbicara tentang kualtitas pendidikan peserta didik di Luar Negeri, yang perlu diperhatikan proses pembelajarannya dari segi kualitas dan kuantitas peserta didik. Proses pembelajaran haruslah bersifat menyenangkan, kreatif, bermakna dan berkualitas, salah satunya pendidik tidak hanya memberikan materi dari kegiatan awal, inti dan akhir namun “bagaimana peserta didik belajar”. Oleh karena itulah pentingnya membenahi benih-benih awal terlebih dahulu tentang pentingnya pengalaman belajar. Pendekatan&nbsp; <em>lesson&nbsp; study</em>&nbsp; Di Truong Quyen Primay School Vietnam merupakan proses <em>plan, do, see</em> dan evaluasi yang sangat penting yang harus dievaluasi pendidik untuk mengetahui keefektifan suatu proses pembelajaran guna peningkatan kualitas dan kuantitas peserta didik, namun pendidikan di sekolah <strong>Truong Quyen Primay School Vietnam</strong> sangatlah lebih maju dari Indonesia, <strong>karakter</strong> disiplin sangat dijunjung tinggi . Peserta didik memiliki keberagaman dalam tingkatan proses pembelajaran dan merubah gaya belajar yang lebih efektif dan interaktif. Peserta didik tidak akan bosan pada pembelajaran apapun, justru paradigma peserta didik menjadi kritis dan bermakna dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu solusi dari sistem proses pembelajaran untuk mengetahui perkembangan secara signifikan pada keefektifan dari peserta didik supaya proses pembelajaran dengan pendekatan <em>lesson study</em>. Berdasarkan latar belakang tersebut rumusan masalah yang dapat diambil 1) Apa itu <em>Lesson Study</em> 2) Bagaimana Implementasi <em>Lesson Study </em>untuk melahirkan generasi yang berkualitas dan berkuantitas di Negara Vietnam.</p> <p>Penelitian menggunakan analisis deskriptif kualitatif dan berperan sebagai instrumen kunci dalam menangkap makna&nbsp; dan sekaligus alat pengumpul data. Data diperoleh dari data primer dan sekunder, melalui wawancara, observasi, studi dokumentasi. Peneliti menggunakan teknik analisis data reduksi data, penyajian data, penarikan kesimpulan.</p> <p>Hasil penelitian ini menghasilkan dua temuan 1) Perencanaan <em>Lesson Study</em> dari tahapan <strong><em>Plan (</em></strong>Guru dan guru model merencanakan pelaksanaan meliputi Peta Konsep Pembelajaran)<strong><em>, Do </em></strong>(Pelaksanaan Guru model mengajar – siswa &amp; guru belajar) mengenalkan pembelajaran menggunakan budaya nusantara Indonesia melalui mapel matematika <strong><em>, See </em></strong>(Guru yang lain sebagai observer memberi masukan terhadap evaluasi proses pembelajaran)&nbsp; dengan Guru <strong>Giao Thura Cung Gia Dinh</strong> 2) Implementasi <em>Leasson Study </em>untuk melahirkan generasi yang berkualitas dan berkuantitas <strong>Plan</strong> Guru menyiapkan rancangan pembelajaran dan dengan berdiskusi dengan teman guru lainnya, <strong>Do</strong> Pelaksanaan Guru <strong>Giao Thura Cung Gia Dinh, dan </strong>&nbsp;model Bu Dyah terhadap proses pembelajaran yang berkualitas dan berkuantitas ““Saya ingin menjawab bu, saya sangat suka dengan pembelajaran ini” kata siswa bernama nguyen dalam bahasa vietnam <strong>(</strong><strong>Tôi muốn trả lời thưa bà, tôi thực sự thích cách học này)” </strong>serta evaluasi <strong>See</strong> yang meriview proses pembelajaran yang efektif dan efisien). Berdasarkan upaya tersebut dapat&nbsp; memberikan solusi yang lebih bermakna dan menyenangkan pada sistem pendidikan di Vietnam sebagai penyelenggara pendidikan yang berkualitas, dan karakternya dijunjung tinggi.</p> Arina Restian Erna Yayuk Dyah Worowirastri Ekowati Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-14 2019-11-14 3 173 192 Developing Self Reflective Based Learning Strategies as a module in Teaching Listening http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/19 <p>This study aims to construct a module in teaching listening for TOEFL specifically on Part B and Part C. The Self Reflective strategies would be applied as strategies in teaching listening for EFL learners. The strategies would assist the EFL learners to learn how to reflect their learning process individually and it would encourage the EFL learners to assess their comprehension and understanding in learning L2 listening. The study would focus on a) describing the use of self-reflection strategies applied on TOEFL module in order to help the EFL learners to understand the content of L2 listening materials, b) describing the use of self-reflection strategies applied on the module, c) describing the EFL learners’ increased comprehension on the L2 listening materials by using self-reflective strategies, d) describing the implementation of self-reflective based instructional design used in the prototype learning module. The interview would be applied to explore the EFL learners’ interests and problems while they’re implementing self-reflective strategies in learning L2 listening and their problems in using the module. The revision would be applied to the module based on the second interview and questionnaires’ results. The module would be constructed at the basic level.</p> Diah Astuty Abdullah Farih Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-14 2019-11-14 3 193 200 Peningkatan Kemampuan Berpikir Kritis Mahasiswa Melalui Modul Analisis Vektor Berdasarkan Tahapan 4M http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/20 <p>Peningkatan kemampuan berpikir kritis merupakan bagian penting dari pembelajaran. Pada penelitian ini dikembangkan modul&nbsp; pembelajaran analisis vektor berdasarkan tahapan 4M yang dapat memotivasi mahasiswa untuk berpikir kritis. Tujuan dari penelitian ini untuk menganalisis ada tidaknya peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa setelah menggunakan modul analisis vektor berdasarkan tahapan 4M. Penelitian ini merupakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kuantitatif menggunakan <em>paired sample test</em> untuk menganalisis peningkatan kemampuan berpikir kritis. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan tes uraian. Sampel yang digunakan adalah mahasiswa tingkat II sebanyak 24 mahasiswa. Data dianalisis dengan bantuan program SPSS 23. Hasil penelitian menunjukkan terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis mahasiswa setelah menggunakan modul analisis vektor berdasarkan tahapan 4M dengan sig= 0,00 &lt; 5%, dengan t hitung = -8,328 &gt; -t<sub>0,05.</sub> Sehingga penggunaan modul dapat meningkatkan kemampuan berpikir kritis mahasiswa.</p> Dian Devita Yohanie Samijo Samijo Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-14 2019-11-14 3 201 206 Kajian Dekonstruksi Dongeng-Dongeng Nusantara http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/21 <p>Tujuan dalam penelitian ini adalah mengeksposisi kesadaran masyarakat terhadap esensi dongeng yang mereka serap selama ini serta&nbsp; merepresentasikan dongeng sebagai media penanam nilai-nilai hidup dalam wacana dekonstruksi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode pustaka dengan jenis kualitatif deskriptif. Peneliti akan memanfaatkan berbagai sumber dalam mengumpulkan data penelitian, baik secara digital maupun manual misalnya internet, youtube, maupun penelusuran pustaka. Peneliti juga melakukan diskusi dengan pakar sastra untuk mengolaborasikan ide dan menelaah tentang dekonstruksi terhadap dongeng secara lebih mendalam.</p> <p>Hasil dalam penelitian adalah setiap dongeng berpotensi untuk didekonstruksi. Dongeng turun-temurun dipercaya, dimaknai sesuai konstruksi masyarakat yang berlaku, banyak versi, dan oleh sebab itu unsur subjetivitas dalam pemaknaan dongeng sangat tinggi. Hal tersebut tidak hanya dapat ditemukan dalam dongeng asli Indonesia, tetapi juga dongeng-dongeng serapan yang masuk dan diadopsi oleh masyarakat.</p> Dian Purnama Sari Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-14 2019-11-14 3 207 211 Evaluasi Program Keterampilan Kewirausahaan Melalui Praktik Bisnis Inovatif http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/22 <p>Penelitian ini bertujuan untuk megetahui efektivitas pelaksanaan program ketrampilan kewirausahaan bagi mahasiswa Madrasah Aliyah (MA) melalui praktik bisnis yang inovatif. Tujuan dari studi ini adalah untuk mengevaluasi pemahaman program keterampilan kewirausahaan melalui praktek bisnis yang inovatif di MA dan mendukung dan menghambat elemen dalam pelaksanaan praktek bisnis di MA dalam persaingan global membutuhkan Kesiapan masyarakat Indonesia untuk meningkatkan daya saing. Program ketrampilan kewirausahaan di Madrasah Pendidikan Madrasah Aliyah harus diterapkan ke seluruh sekolah Madrasah Aliyah sehingga menghasilkan kaum muda dengan kepribadian kewirausahaan. Pendidikan kewirausahaan berdasarkan nilai budaya dan karakter nasional merupakan salah satu aspek penting dan strategis untuk meningkatkan daya saing. Studi ini mengambil data dari tiga informan, yaitu; Perwakilan MA dari kurikulum, guru kewirausahaan, dan mahasiswa. Metode ini adalah penelitian kualitatif deskriptif. Metode pengumpulan data yang digunakan digunakan pengamatan, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian adalah praktik bisnis inovatif yang telah dikelola dengan baik oleh semua siswa sebagai tempat praktek bisnis. Program ketrampilan kewirausahaan melalui praktek bisnis mampu menumbuhkan semangat kewirausahaan pada siswa. Saran penelitian berikutnya adalah bahwa pemerintah melalui Departemen Pendidikan harus memberikan dukungan atau dukungan Fasilitas untuk pengembangan praktek bisnis yang inovatif di MA, sekolah perlu mengembangkan kemitraan dengan lembaga lain, guru dan karyawan harus menjadi contoh dalam memanfaatkan pusat bisnis dengan melakukan praktek bisnis, kurikulum kewirausahaan perlu disesuaikan dengan perkembangan dalam dunia bisnis.</p> Ihsana El Khuluqo Abdurrahman A Ghani Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-14 2019-11-14 3 212 221 Peningkatan Kemampuan Menulis Dongeng Anak Melalui Teknik Semiterpimpin Mahasiswa S1 PGSD Universitas Nusantara PGRI Kediri Tahun Ajaran 2018/2019 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/23 <p>Menulis merupakan salah satu bentuk keterampilan berbahasa yang harus dikuasai siswa sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Mahasiswa S1 Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) seharusnya memiliki bekal menulis untuk membelajarkan literasi (membaca dan menulis) di tempat mereka mengajar nanti. Jadi, mahasiswa harus mampu membuat tulisan yang baik untuk mendukung aktivitas keilmunannya. Penelitian ini menggunakan teknik menulis semiterpimpin. Teknik ini diharapkan mampu meningkatkan kemampuan mahasiswa dalam menulis dongeng anak. Pembimbingan dilakukan mulai dari tahap penulisan draft, revisi, hingga publikasi. Jenis penelitian ini adalah penelitian tindakan kelas. Subjek penelitian adalah mahasiswa tingkat 1 PGSD Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan dapat disimpulkan bahwa penerapan teknik menulis semiterpimpin dapat meningkatkan keterampilan menulis dongeng oleh mahasiswa. Hal ini dapat diketahui dari nilai rata-rata kemampuan awal mahasiswa sebesar 64,52 dari KKM 70. Setelah dilakukan tindakan pada siklus 1, terjadi kenaikan nilai rata-rata mahasiswa menjadi 68,2. Setelah dilakukan langkah perbaikan pada siklus 2, nilai rata-rata mahasiswa dari siklus 1 sebesar 68,2 naik menjadi 76,89. Nilai KKM pada siklus 1 sebesar 54,26% naik pada siklus 2 sebesar 80%. Sehingga dapat disimpulkan bahwa teknik menulis semiterpimpin berhasil meningkatkan kemampuan menulis mahasiswa S1 PGSD UNP Kediri.</p> Ita Kurnia Susi Damayanti Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-15 2019-11-15 3 222 231 Intervensi Bahasa Pertama Dalam Praktik Berbahasa Asing : Kajian Teoretis Antara Pemerolehan (Akuisisi) Bahasa dan Pembelajaran Bahasa http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/24 <p>Dalam proses penguasaan bahasa, di samping proses pembelajar bahasa, input linguistik pada dasarnya diperlukan. Input linguistik adalah segala jenis paparan bahasa target di mana pelajar sedang terlibat. Paparan bahasa target bisa dalam bentuk ucapan bahasa target dari orang lain di sekitarnya. Selain ucapan-ucapan, bahan bacaan juga dapat digunakan sebagai sumber bagi pelajar untuk mendapatkan paparan bahasa target.Selain input linguistik, komponen selanjutnya, yang dapat meningkatkan perolehan bahasa target, adalah output linguistik. Output linguistik identik dengan kinerja linguistik pelajar. Kinerja linguistik pelajar akan melewati proses pemantauan. Dalam proses ini, kinerja linguistik yang benar akan memperkuat kompetensi bahasa target pelajar. Keluaran bahasa pembelajar, yang tidak benar akan dievaluasi lagi dan diperbaiki dan kemudian versi yang benar akan digunakan untuk memperkuat kompetensi pembelajar. Output linguistik dapat dalam bentuk output linguistik lisan dan output linguistik tertulis. Keluaran linguistik lisan adalah apa pun yang diucapkan oleh pelajar dan secara otomatis keluaran linguistik tertulis akan menjadi simbol yang ditemukan oleh pelajar dalam melakukan kompetensi bahasa targetnya.</p> Lilik Uzlifatul Jannah Uzlifatul Masruroh Isnawati Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-15 2019-11-15 3 232 239 Tingkat Kesalahan Penulisan Pada Teks Percakapan Peserta Didik Kelas VI SDN Patebon http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/25 <p>Tujuan penelitian ini untuk mendeskripsikan kesalahan penulisan pada teks percakapan siswa kelas VI SDN Patebon Kecamatan Kejayan, Kabupaten Pasuruan. Adapun kesalahan pada penulisan teks percakapan adalah a) penulisan kata, b) pemakaian tanda baca, dan c) penggunaan huruf kapital. Subyek penelitian ini siswa kelas VI SDN Patebon yang berjumlah 29 teks percakapan. Sementara itu, objek penelitian ini adalah penggunaan ejaan penulisan kata dan pemakaian tanda baca. Teknik pengumpulan data pada penelitian ini yaitu memberikan tugas kepada siswa kelas VI untuk menulis teks percakapan dengan tema yang sudah ditentukan. Instrumen pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan human instrument. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif dengan beberapa tahapan diantaranya menemukan kesalahan-kesalahan pada penulisan teks percakapan, lalu mengklasifikasikan data sesuai dengan 3 kesalahan penulisan yaitu kesalahan penulisan kata, pemakaian tanda baca dan penggunaan huruf kapital. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa dari 29 teks percakapan tingkat kesalahan pada penulisan kata sebesar 5% masuk dalam kreteria sangat baik, sedangkan tingkat kesalahan pada pemakaian tanda baca sebesar 31% masuk kreteria baik. Sementara itu tingkat kesalahan pada penggunaan huruf kapital sebesar 34% masuk dalam kreteria baik.</p> Nur Aini Saura Putri Rizka Nur Oktaviani Endah Wening Subekti Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-15 2019-11-15 3 240 253 Pengaruh Penggunaan Buku Penunjang Tematik Terpadu Tema Indahnya Kebersamaan Terhadap Keterampilan Berpikir Analitiis Teks Deskriptif Siswa Kelas IV SD http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/26 <p>Latar belakang penelitian ini adalah rendahnya keterampilan berpikir analisis teks deskriptif karena buku teks yang digunakan siswa materinya tidak lengkap.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh dari penggunaan buku penunjang tematik terpadu tema indahnya kebersamaan terhadap keterampilan berikir analisis teks deskriptif. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan menggunakan desain <em>quasi eksperimental. </em>Populasi dalam penelitian ini, seluruh siswa kelas IV SD Hidayatul Mubtadiin. Sampel dalam penelitian ini adalah 25 siswa sebagai kelas kontrol yaitu IVA sedangkan kelas IVB sebagai kelas eksperimen berjumlah 25 siswa.&nbsp; Dalam pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik tes dan observasi. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji normalitas, uji homogenitas, dan uji <em>t-test</em> untuk menguji hipotesis yang diajukan. Perhitungan analisis data dalam penelitian ini menggunakan program IBM SPSS <em>Statistic</em> 22. Hasil penelitian menunjukkan uji <em>t-test</em> adalah nilai <em>sig.(2tailed)</em> adalah 0,000 &lt; 0,05. Hasil dari uji hipotesis menunjukkan bahwa terdapat perbedaan peningkatan keterampilan berpikir analisis teks deskriptif siswa antara pembelajaran yang menggunakan buku penunjang tematik terpadu dengan pembelajaran yang menggunakan buku teks K13. Dari hasil <em>posttest</em> dan observasi yang dilakukan terbukti bahwa rata-rata nilai yang diperoleh di kelas yang meggunakan buku penunjang tematik terpadu lebih tinggi daripada di kelas yang menggunakan buku teks K13. Jadi, dapat disimpulkan bahwa penggunaan buku penjunjang teamtik terpadu tema indahnya kebersamaan berpengaruh efektif terhadap kemampuan berpikir analisis teks deskriptif siswa kelas IV SD Hidayatul Mubtadiin.</p> Rizka nur Oktaviani Putri Kurnianingtyas Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-15 2019-11-15 3 254 267 Analisis Proses Berpikir Mahasiswa Dalam Menyelesaikan Soal Soal Matematika Diskrit http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/27 <p>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan dan mengetahui proses berpikir mahasiswa dalam menyelesaikan soal soal matematika diskrit. Subyek yang diambil dalam penelitian ini adalalah mahasiswa program studi teknik informatika yang sudah menempuh mata kuliah matematika diskrit. Mahasiswa sebanyak tiga orang tersebut masing masing memiliki kemampuan tinggi, sedang, dan rendah. Metode yang digunakan adalah metode kualitatif yang mengacu pada tes tertulis dan wawancara. Untuk mengecek keabsahan hasil tes tertulis digunakan metode triangulasi waktu, dimana di waktu yang berbeda diberikan soal dengan karakter yang sama. Dari hasil penelitian tersebut, masing masing memperoleh kesimpulan bahwa mahasiswa dengan kemampuan rendah memiliki proses berpikir komputasional. Mahasiswa dengan kemampuan sedang memiliki proses berpikir semi konseptual. Mahasiswa dengan kemampuan tinggi memiliki proses berpikir yang konseptual.&nbsp;</p> Siti Rochana Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-15 2019-11-15 3 268 271 Pembelajaran Kompetensi Abad 21 Menghadapi Era Society 5.0 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/28 <p>Makalah ini merupakan hasil kajian pustaka berhubungan dengan pembelajaran kompetnsi kecakapan abad 21 dalam kerangka menghadapi tantangan hidup era society 5.0. Tujuan makalah ini adalah sebagai sarana berbagi informasi kepada para pendidik untuk melakukan kegiatan pengembangan keprofesian secara berkelanjutan agar kompetensi keprofesian yang dimiliki tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, sehingga pendidik dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta mengembangkan model pembelajaran yang bermutu relevan dengan kebutuhan zaman. Makalah ini berisi tiga pokok bahasan, yaitu peradaban society 5.0, kompetensi kecakapan abad 21, dan model pembelajaran kompetensi kecakapan abad 21. Trilling dan Fadel (2009) berpendapat bahwa kecakapan abad 21 terdiri tiga jenis kecakapan utama, yaitu: (1) life and career skills, (2) learning and innovation skills, dan (3) information media and technology skills. Kecakapan abad 21 yang disosialisasikan oleh Dirjen Dikdasmen Kemendikbud (2017) terdiri empat jenis kecakapan, yaitu: (1) keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical Thinking and Problem Solving Skill) (2) kecakapan berkomunikasi (Communication Skills), (3) kreativitas dan inovasi (Creativity and Innovation), (4) kolaborasi (Collaboration). Kompetensi kecakapan abad 21 tersebut perlu dibelajarkan kepada peserta didik di sekolah dalam rangka menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan era society 5.0. Pembelajaran kompetensi kecakapan abad 21 dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran berparadigma konstruktif, berpusat pada peserta didik dan berbasis eksperimen, yaitu: inquiry training, inquiry jurisprudensi, group investigation dan project based learning.</p> Sumarno Sumarno Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-15 2019-11-15 3 272 287 Pengembangan Sosial Anak Usia Dini Melalui Permainan Tradisional Sapiring Dua Piring http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/29 <p>Aspek perkembangan sosial pada anak adalah salah satu perkembangan yang perlu distimulasi karena dapat mempengaruhi kehidupan anak dimasa depannya dimana anak berinteraksi terhadap lingkungan sekitarnya, baik lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat. Salah satu pengaruh dari ketidakmampuan bersosialisasi dengan lingkungan sekitarnya adalah mengalami ganguan perilaku antisosial, terdapat tiga perilaku anti sosial pada anak yang sering ditemukan yakni: ketidakpatuhan, temper tantum dan agresif. Perkembangan sosial dikembangkan oleh anak ketika bermain. Aktivitas bermain merupakan media bersosialisasi, melalui bermain interaksi sosial anak usia dini dimulai dengan bermain sendiri kemudian dilanjutkan bermain bersama. Oleh sebab itu, anak yang sering bermain akan lebih mudah menerima dalam berinteraksi dengan orang lain. Ada permainan tradisional dan permianan modern, pada permainan tradisional mempunyai ciri khas yaitu bermainnya membutuhkan tatap muka antar pemain, memerlukan banyak gerak dan dilakukan bersama-sama. Sehingga dapat diketahui tentang permainan tradisional hasilnya mampu mengembangkan bersosial sebagai kemampuan yanh harus dikuasai, motorik, kreativitas dan kerjasama. Permainan tradisional dapat digunakan oleh guru Taman Kanak-kanak maupun orangtua upaya &nbsp;dalam mengembangkan kemampuan sosial anak usia dini, dengan permainan tradisional yang akhirnya membantu meningkatkan aspek perkembangan sosial pada seorang anak yaitu permainan tradisional sapiring dua piring. Peranan permainan sapiring dua piring dalam mengembangkan sosial anak terlihat pada : keterampilan bisa bekerjasama, keterampilan menyesuaikan diri, ketampilan berinteraksi, keterampilan mampu mengontrol dirinya, keterampilan berempati, keterampilan mentaati aturan dan keterampilan terkait bisa menghargai orang lain. Adapun tujuan dari penulisan artikel ini adalah melestarikan permainan tradisional sepiring dua piring dan menelaah permainan tradisonal untuk mengembangkan kemampuan sosial anak usia dini.</p> Veny Iswantiningtyas Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-15 2019-11-15 3 288 295 Implementasi Pendidikan Karakter Di Program Studi Pendidikan Ekonomi/di Sekolah http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/30 <p>Krisis multi dimensi yang melanda bangsa indonesia tidak lepas dari kontribusi sektor pendidikan. Sektor pendidikan dianggap hanya mengejar kecerdasan intelektual tapi mengesampingkan kecerdasan spiritual, kecerdasan emosional, kecerdasan kinestetik dan kecerdasan sosial. Untuk itu diperlukan pendidikan karakter yang membekali peserta didik dengan pendidikan seutuhnya yaitu disamping mengejar aspek kognitif dan psikomotorik juga lebih menonjolkan aspek afektif. Karakter adalah kualitas atau kekuatan mental, moral, akhlak dan budi pekerti yang dimiliki oleh seseorang dan membentuk kepribadian khusus yang membedakan dari orang lain. Model pembelajaran pendidikan karakter di sekolah/PT dapat dilaksanakan dalam bentuk: 1) Model sebagai mata pelajaran/kuliah sendiri artinya pendidikan karakter diberikan sebagai mata pelajaran/kuliah yang berdiri sendiri, 2) Model terintegrasi dengan semua mata pelajaran/kuliah artinya penanaman nilai dalam pendidikan karakter dapat dilakukan secara terintegrasi dengan semua mata pelajaran/kuliah, 3) Model di luar pembelajaran artinya pendidikan karakter dapat dilakukan di luar&nbsp; jam pelajaran seperti saat kegiatan ekstra kurikuler, 4) Model gabungan artinya pendidikan karakter dilakukan secara terintegrasi dengan mata pelajaran/kuliah atau diluar pelajaran/kuliah.</p> Mochamad Muchson Dian Lianawati Ellis Susmawati Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-16 2019-11-16 3 296 305 Mekanisme Pasar, Ketidak Pastian Ekonomi dan Resiko dalam Perspektif Ekonomi Mikro Islam http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/31 <p>Mekanisme pasar terbentuk dalam dua perspektif makro maupun mikro. Pada perspektif mikro tercermin pada perubahan variable&nbsp; ekonomi seperti harga dan pendapatan. Perspektif ekonomi mikro islam menjelaskan bagaimana sebuah keputusan diambil oleh setiap unit ekonomi dengan memasukkan batasan-batasan syari’ah sebagai variabel yang utama. Nilai-nilai syariah dalam ekonomi mikro islam menekankan pada larangan kegiatan ekonomi dan ekonomi yang&nbsp; tidak memberikan manfaat bagi perekonomian. Ketidak pastian ekonomi dan resiko dalam perekonomian dapat di minimalisir dengan konsep syariah yang mutual dimana setiap anggota baik individu ataupaun corporate menjadi penanggungjawab bersama. Konsep akad <em>tabarru’</em> dan akad <em>tijarah</em>. Oleh karena itu manfaat sistem ekonomi islam tidak hanya di tujukan pada masyarakat (komunitas Islam) akan tetapi untuk semua manusia (<em>rahmatan lil’ Alamin).</em></p> Forijati Forijati Ridwan Ridwan Eni Rosidah Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-16 2019-11-16 3 306 315 Implementasi Model CIPP dalam Evaluasi Kurikulum 2013 Pendidikan Ekonomi http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/32 <p>Kurikulum digunakan untuk persiapan pembelajaran dalam keseluruhan&nbsp; &nbsp;rangkaian pembelajaran, yang artinya kurikulum digunakan sebagai penentu proses dan hasil pendidikan. Hal itu dapat berarti bahwa kurikulum adalah kunci utama dalam mencapai kesuksesan dunia pendidikan. Demi mencapai kesuksesan tersebut, maka perubahan kurikulum ini harus ditindaklanjuti oleh berbagai pihak. Wujud tindak lanjut dari perubahan kurikulum yang terjadi ialah evaluasi. Proses penyediaan informasi yang digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam penentuan keputusan merupakan pengertian dari evaluasi. Evaluasi dalam dunia pendidikan berfungsi sebagai mekanisme yang digunakan untuk mengukur tingkat ketercapaian suatu program dalam pelaksanaannya. Terdapat berbagai model yang digunakan dalam evaluasi, salah satunya ialah model CIPP. Penelitian-penelitian yang telah dilakukan selama ini menunjukkan bahwa komponen yang digunakan sebagai dasar penilaian evaluasi CIPP tidaklah selalu sama. Dengan kata lain, meskipun program yang dievaluasi sejenis yaitu sama-sama mngevaluasi kurikulum tetapi komponen yang digunakan tidak sama secara menyeluruh di tiap aspeknya.</p> Ahmad Sahal Fuadi M. Anas Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-16 2019-11-16 3 316 324 Media Pembelajaran E-learning “Rumah Belajar” Guna Memanfaatkan Portal Gratis http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/33 <p>Belajar merupakan suatu proses untuk membangun pengetahuan melalui pengalaman dan ilmu-ilmu yang didapatkan. Dalam proses belajar diperlukan adanya berbagai metode, model, sistem, prosedur, motivasi dan media pembelajaran sebagai sarana untuk memotivasi semangat belajar. Semakin bertambah tahun, perkembangan sangat cepat dan pesat sehingga pendidikan berbasis teknonolgi juga selalu mengikuti salah satunya adalah e-learning. Istilah pembelajaran e-learning tidak asing dikalangan remaja dan dewasa, karena pada pendidikan yang ditempuh juga menerapkannya. Bentuk sederhananya dari e-learning adalah website menyajikan materi-materi pembelajaran baik berupa tulisan, audio dan juga video. Dengan media pembelajaran e-learning dapat memungkinkan para peserta didik mengakses sumber belajar yang telah tersedia. Selain itu, perlu disediakan sebuah mailing list khusus untuk sebuah situs pembelajaran yang memiliki fungsi sebgai tempat diskusi. Kegiatan belajar mengajar (KBM) dapat dikelola tanpa adanya tatap muka langsung diantara pihak-pihak yang terlibat yaitu baik administrator, fasilitator maupun peserta didik. Pihak-pihak yang terlibat tersebut diwakili oleh e-mail, chatting dan audio maupun video. Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Pusat Teknologi Informasi dan Komunikasi (Pusetkom) mengembangkan salah satu portal e-learning yang bernama Rumah Belajar. Portal ini dapat diakses melalui web link http://belajar.kemdikbud.go.id yang dapat diakses secara gratis baik oleh guru, siswa maupun masyarakat. Terdapat banyak fasilitas pembelajaran yang disajikan didalam portal ini.</p> Ayu Nur Rizka Tjetjep Yusuf Afandi Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-16 2019-11-16 3 325 332 Etnomatematika Pembuatan Krecek Kerupuk Rambak Kanji Pada Industri Rumah Tangga di Kecamatan Pace http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/34 <p>Etnomatematika adalah ilmu matematika yang muncul sebagai akibat dari suatu kegiatan yang ada di lingkungan sekitar kita yang dipengaruhi oleh keanekaragaman budaya. Dengan lahirnya etnomatematika, masyarakat serta peserta didik dapat mengetahui keberadaan matematika sebagai suatu ilmu yang bukan hanya berlangsung di kelas semata. Maka, unsur matematis yang terdapat dalam berbagai macam kebudayaan masyarakat perlu digali dan dipahami sehingga lebih memudahkan peserta didik untuk mengenal matematika terutama dari lingkungan sekitar tempat tinggalnya. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan pendekatan etnografi yang bertujuan untuk mendeskripsikan unsur-unsur matematis dalam pembuatan krecek kerupuk rambak kanji pada industri rumah tangga dari sudut pandang etnomatematika. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat (1)operasi bilangan, (2)konsep geometri, (3)perbandingan, serta (4)alat ukur satuan massa atau berat dalam proses pembuatannya. Peneliti terinspirasi untuk mengungkap unsur-unsur matematis yang ada pada pembuatan krecek kerupuk rambak kanji pada industri rumah tangga yang dapat digunakan sebagai sumber belajar, untuk mengembangkan keilmuan dalam matematika dan tentu saja dapat membuat peserta didik ataupun masyarakat lebih memahami bagaimana kehidupan sehari-hari mereka yang berhubungan erat dengan matematika.</p> Camelia Wahyu Perdani Darsono Darsono Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-16 2019-11-16 3 333 338 Penggunaan Pendekatan RME Berbantuan Media Schoology Untuk Menganalisis Kemampuan Komunikasi Matematis Siswa http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/35 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan pendekatan pembelajaran RME dengan bantuan media <em>Schoology</em>. Pendekatan penelitian yang digunakan oleh peneliti dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif, dan jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menekankan pada kemampuan komunikasi matematis siswa menggunakan pendekatan pembelajaran RME dengan bantuan media <em>Schoology</em>. Tahap penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yaitu 1) tahap persiapan, 2) tahap pelaksanaan, dan 3) tahap analisis data. Pada tahap persiapan yang dilakukan adalah membuat rencana penelitian diantaranya yaitu membuat proposal penelitian, menentukan tempat penelitian, menyiapkan instrumen penelitian. Pada tahap pelaksanaan yang dilakukan oleh peneliti adalah melakukan pembelajaran di kelas menggunakan media <em>Schoology</em>, memberikan tes berupa soal sistem persamaan linier tiga variabel yang diakses melalui <em>Schoology</em>, kemudian melakukan wawancara pada subjek yang telah dipilih oleh peneliti. Pada tahap analisis data yang dilakukan oleh peneliti adalah menganalisis data yang telah diperoleh yaitu berupa data hasil tes dan wawancara yang kemudian akan ditulis menjadi laporan penelitian.</p> Eva Ajeng Karminingtyas Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-16 2019-11-16 3 339 343 The Effect of Using Outline Technique to Students’ Writing Ability http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/36 <p>In the four skills of English language, there are receptive and productive skills. Writing is one of the productive skills which requires us to use our hands and our brains to produce the written symbols that represent our spoken languge. The aim of this research is to investigate whether the use of outline is effective to improve students’ writing ability. Action reseach is chosen as the research design. The focus is limited into students writing component especially content and organization and the use of outline in writing descriptive paragraph. One class of second grade is the participant of the research, since that class is the one which has a problem in developing ideas in writing process. Pre- test and post- test are used to get the data. The outline technique is given directly after getting the results of pre- test scores. The findings indicates that there is significance changes between pre- test and post- test scores where the post- test has higher scores than pre- test. It is also found that outline helps students’ writing especially in the content and organization of their essay. However, the are not improvement in other language components such as grammar and vocabulary.</p> Agung Wicaksono Rika Riwayatiningsih Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-16 2019-11-16 3 344 355 Project-Based Learning: Solusi Jitu Menanamkan Life Skill Mahasiswa UNP Kediri http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/37 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh pesatnya perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di era revolusi industri 4.0 yang berpengaruh pada tuntutan kualitas sumber daya manusia. Di era pemanfaatan teknologi dan internet akan berpengaruh pada perilaku masyarakat khusunya generasi muda yang masih menempuh pendidikan. Pemerintah berupaya membekali generasi muda dengan kompetensi agar mampu bersaing ditingkat internasional. Kompetensi penting yang dapat membekali generasi muda untuk menghadapi revolusi industri 4.0 yaitu dengan menanamkam <em>life skills</em> yang dapat dilakukan oleh semua pengajar, termasuk dosen Bahasa Inggris dengan menggunakan model pembelajaran PjBL. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang bertujuan untuk&nbsp; menjelaskan proses pemerolehan dan penananaman <em>life skill</em> mahasiswa selama mengikuti proses pembelajaran mata kuliah <em>Speaking</em> menggunakan <em>Project-Based Learning</em>. Hasil dari penelitian ini diperoleh temuan keterampilan <em>life skill</em> yang diperoleh mahasiswa Program Studi Bahasa Inggris yang menempuh mata kuliah <em>Speaking for Informal Communication</em> meliputi (1) kecakapan mengenali diri <em>(self-awareness)</em> dan kecakapan pribadi <em>(personal life)</em>, (2) kecakapan sosial <em>(social skill), </em>(3) kecakapan berpikir <em>(thingking skill</em>), (4) kecakapan akademik (<em>academic skill</em>), (5) kecakapan kejujuran (<em>vocational skill</em>) sesuai dengan langkah-langkah PjBL. Langkah-langkah PjBL yang meliputi tahap perencanaan ditemukan <em>life skills</em> berpikir kritis kreatif, dan mengenali potensi diri &amp; potensi lingkungan, tahap penyusunan proyek ditemukan <em>life skills</em> meliputi mandiri &amp; kreatif, tahap pelaksanaan proyek ditemukan <em>life skills</em> meliputi mandiri, kerjasama &amp; kreatif, dan tahap evaluasi ditemukan <em>life skills</em> yang meliputi <em>networking</em>, <em>open minded</em>, percaya diri, <em>communication skill</em>, &amp; tanggung jawab.</p> Ridwan Yasin Setiawan Diani Nurhajati Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-16 2019-11-16 3 356 361 Dimensi Kepemimpinan Dalam Kegiatan Belajar-Pembelajaran http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/38 <p>Secara sistemik faktor guru (filosofi, kompetensi, motivasi, kepemimpinan) merupakan komponen dari kegiatan belajar pembelajaran. Pemahaman guru terhadap hakekat siswa sebagai subyek (bukan obyek) menjadi sangat penting karena akan berdampak pada sikap dan tindakan guru dalam melaksanakan aktifitas pembelajarannya. Asas pendidikan tut wuri handayani sudah semestinya dipahami, dihayati, dan dilaksanakan oleh setiap guru dalam aktifitas pembelajaran. Namun demikian guru dengan tipe kepemimpinan otoriter, dan <em>laissez faire</em> akan mengalami kesulitan jika harus bersikap dan bertindak sebagaimana yang terkandung dalam azas tut wuri handayani. Asas tut wuri handayani sangat memungkinkan dilaksanakan oleh guru dengan kepemimpinan yang demokratis. Dalam berbagai literatur dan perundangan tidak secara eksplisit dinyatakan bahwa kepemimpinan merupakan kompetensi yang perlu dimiliki oleh guru, tetapi secara faktual&nbsp; unsur&nbsp; kepemimpinan guru turut serta&nbsp; menentukan bagaimana peristiwa proses belajar-pembelajaran itu belangsung, oleh karena itu kompetensi kepemimpinan menjadi salah satu kompetensi yang perlu dimiliki oleh guru. Model kepemimpinan dalam kegiatan belajar-pembelajaran seyogyanya disesuaikan tingkat kematangan siswa, serta dikombinasikan dengan sifat tugas dan hubungan kemanusiaan. Komponen siswa dipandang sebagai subyek dalam&nbsp; peristiwa belajar-pembelajaran yang mengharuskan guru untuk menjadikannya sebagai dasar dalam merancang, melakukan, dan mengevaluasi. Dengan demikian guru akan dapat menjalankan kepemimpinan pembelajaran dengan baik.</p> Setya Adi Sancaya Ikke Yuliani Dhian Puspitarini Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-17 2019-11-17 3 362 370 Penerapan Prinsip Belajar dan Aplikasinya Pada Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Untuk Meningkatkan Motivasi Belajar http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/39 <p>Penelitian ini bermula dari dari proses pembelajaran yang kurang maksimal pada mahasiswa saat perkuliahan berlangsung, terlihat saat di kelas kurangnya ada motivasi pada mahasiswa saat mengikuti kegiatan perkuliahan, ada 50% mahasiswa yang kurang antusias dan tidak semangat dalam mengikuti perkuliahan di kelas. Dengan adanya permasalahan ini maka perlu adanya solusi perbaikan dalam perkuliahan. Solusi tersebut adalah dengan menerapkan prinsip pembelajaran dan aplikasainya saat kegiatan perkuliahan di kelas. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendiskripsikan bagaimana peningkatan motivasi pada mahasiswa program studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD). Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif yang mendeskripsikan hal-hal mengenai penerapan prinsip Belajar dan Aplikasinya pada mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Meningkatkan Motivasi Pembelajaran. Teknik pengumpulan data ini dengan menggunakan metode observasi dan wawancara. Berdasarkan hasil analisis data, dapat disimpulkan bahwa penerapan prinsip belajar dan aplikasinya dapat meningkatkan motivasi belajar pada Mahasiswa Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).</p> Evi Rizqi Salamah Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-17 2019-11-17 3 372 377 Kebutuhan Buku Ajar Evaluasi Pembelajaran Mahasiswa STKIP PGRI Trenggalek http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/40 <p>Guru maupun calon guru wajib memiliki pemahaman yang baik tentang evaluasi pembelajaran. Evaluasi pembelajaran memegang peranan penting dalam usaha Guru untuk memperbaiki kualitas pembelajaran dari waktu ke waktu. STKIP PGRI Trenggalek merupakan perguruan tinggi berbasis LPTK. <em>Input </em>mahasiswa&nbsp; dengan kualitas yang minimalis menghambat mahasiswa untuk mencapai kompetensi ideal dalam Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran. Selain kemampuan mahasiswa sendiri, tiga hal lainnya telah terlaksana dengan baik. Agar proses pencapaian kompetensi dapat berjalan dengan lancar, maka diperlukan buku ajar yang mudah dipahami oleh mahasiswa. Dengan buku ajar yang mudah dipahami maka dapat diharapkan setelah menempuh Mata Kuliah Evaluasi Pembelajaran mahasiswa memiliki kemampuan dalam mengelola dan menganalisis hasil evaluasi belajar. Penelitian dilaksanakan untuk menganalisis seberapa jauh kebutuhan buku ajar untuk mahasiswa dengan cara melakukan analisis kebutuhan. Analisis digunakan sebagai dasar untuk mengambil tindakan yang lebih jauh terkait dengan kebutuhan mahasiswa. Hasil menunjukkan bahwa mahasiswa mengalami beberapa kondisi yang memperkuat kebutuhan buku ajar.</p> Flora Puspitaningsih Rohmat Febrianto Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-17 2019-11-17 3 378 382 Pendidikan Jasmani dan Olahraga: Sebuah Pandangan Filosofi http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/41 <p>Pendidikan jasmani dan olahraga mempunyai posisi penting terhadap perkembangan sumber daya manusia. Secara kongkrit, pendidikan jasmani merupakan upaya untuk membuat peserta didik sehat seutuhnya, yaitu sehat jasmani (kesegaran jasmani), sehat rohani (moral), dan sehat sosial. Proses dalam pendidikan jasmani dan olahraga mengandung unsur perkembangan jasmani yang membantu perkembangan kognisi serta membiasakan peserta didik pendidikan jasmani dan olahraga untuk mengamalkan nilai-nilai luhur yang diwujudkan gaya hidup peserta didik.</p> Hendra Mashuri Ika Cahya Puspitasari Shofi Maulana Abadi Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-17 2019-11-17 3 383 390 Eksklusivisme Bahasa Jawa di Kalangan Remaja Pada Era Revolusi Industri 4.0 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/42 <p>Indonesia merupakan negara yang memiliki keberagaman budaya, mulai dari bahasa, sistem nilai, kesenian, kepercayaan, dan lain-lain. Kebergaman ini merupakan identitas dan ciri khas bangsa yang membedakan bangsa Indonesia dengan bangsa lainnya. Cepatnya laju perkembangan teknologi dan informasi yang tidak tersaring membuat keberadaan nilai-nilai budaya di Indonesia mulai terkikis. Keberadaan budaya asing di tengah masyarakat juga menjadi salah satu sebab tergesernya nilai-nilai budaya di Indonesia, khususnya di kalangan remaja. Salah satunya adalah eksklusivisme atau mulai sulitnya bahasa Jawa berkembang dan digunakan oleh penutur bahasa Jawa sendiri. Berdasarkan fenomena yang ada para remaja lebih sering menggunakan campuran bahasa Indonesia dan bahasa Jawa <em>ngoko</em> dalam berkomunikasi dengan teman sebaya, guru dan orang tua. Hal ini dilakukan untuk mempermudah penutur berkomunikasi walaupun sebenarnya tidak sesuai dengan aturan-aturan bahasa Jawa. Ketidaksesuaian ini merupakan salah satu tanda bahwa nilai luhur yang terdapat dalam budaya, khususnya budaya Jawa seakan mulai luntur bahkan bisa saja benar-benar luntur jika hal tersebut tetap dibiarkan saja. Oleh karena itu, disarankan sebaiknya bahasa jawa lebih dilestarikan di dunia pendidikan. Salah satunya dengan penerapan program <em>Dinten Boso Jawi</em> yaitu program yang mengharuskan setiap orang untuk menggunakan bahasa Jawa sesuai dengan aturan-aturan bahasa Jawa dalam satu hari.</p> Khususiyah Khususiyah Devi Kusuma Ardhani Nora Yuniar Setyaputri Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-17 2019-11-17 3 391 396 Peluang Olahraga dalam Menyongsong Era 5.0 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/43 <p>Era globalisasi kini dirasa tidak terbendung lagi sehingga masuk ke Indonesia. dengan adanya kemajuan dalam perkembangan teknologi yang semakin canggih, saat ini dunia telah masuk dalam era Society 5.0 yang telah dikembangkan oleh Jepang yang menekankan pada penyeimbangan kemajuan teknologi sekaligus mempertimbangkan aspek humaniora. Sebelumnya dunia telah masuk pada era 4.0 dan kemudia di susul society 5.0. Menghadapi tantangan tersebut, olahraga dituntut untuk menyesuaikan society 5.0. Insan yang ada dalam olahraga harus mempersiapkan diri menghadapi era society 5.0. Pembekalan tersebut adalah mengaitkan olahraga dengan big data dan <em>Internet of Things</em> yang merupakan kecerdasan buatan yang telah ada, selanjutnya dimanfaatkan melalui olahraga. Pemanfaatan tersebuat diantaranya seperti membekali insan yang ada pada olahraga untuk memanfaatkan teknologi dengan baik dan bijak disertai dengan sumber daya manusia yang berkualitas dan diterapkan pada masyarakat luar, sehingga mampu melakukan penyesuaian dengan tantangan zaman dalam memenuhi kebutuhan society 5.0.</p> M. Akbar Husein Allsabah Sugito Sugito Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-17 2019-11-17 3 396 403 Pemanfaatan Teknik Menulis Ekspresif Sebagai Wujud Katarsis untuk Mereduksi Burnout Mahasiswa Tingkat Akhir http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/44 <p>Katarsis merupakan ekspresi diri seseorang sebagai wujud&nbsp; dari pelepasan emosi yang ditekan. Selain itu katarsis dapat dikatakan sebagai suatu metode yang dapat digunakan sebagai proses pembersihan konflik yang ada dalam diri seseorang dengan berbicara atau mencurahkan makna dari konflik yang dialami tersebut. Salah satu contoh konflik diri ini adalah <em>burnout</em>. <em>Burnout</em> adalah sindrom kelelahan emosional, depersionalisasi serta kurangnya penghargaan seseorang terhadap kualitas dirinya sendiri. Masalah ini sangat sering sekali dialami oleh mahasiswa tingkat akhir dimana tekanan diri ini berasal dari penyelesaian studi mereka. Semakin tinggi tingkat burnout yang mereka alami, penyelesaian studi akan semakin terhambat. Fenomena katarsis yang sering muncul pada akhirnya adalah mencurahkan emosi diri melalui media sosial seperti menulis status di <em>Whatsapp</em>, <em>twitter</em>, <em>facebook</em>, <em>instagram</em>, dan media sosial lainnya. Seringkali dijumpai tulisan mereka kurang etis sehingga jika tidak segera ditangani akan menjadi perilaku yang maladaptif. Oleh karena itu, dikarenakan mereka telah pandai mencurahkan isi hatinya melalui tulisan hanya saja medianya dirasa kurang tepat. Maka, dipilihlah sebuah teknik yang sesuai dengan masalah ini yaitu dengan menulis ekspresif. Menulis ekspresif merupakan salah satu bentuk <em>self help</em> dan sebagai wujud katarsis mahasiswa dalam mengungkap konflik diri mereka tersebut. Media yang digunakan bukan lagi media sosial melainkan menulis ekspresif pada lembar refleksi diri yang nantinya hasil dari tulisan ini akan menjadi bahan diskusi kelompok. Menulis pengalaman diri secara ekspresif ini dapat dikatakan sebagai proses terapeutik pada diri mahasiswa. Pada artikel ini akan menjelaskan keterkaitan antara masing-masing variabel dalam bentuk deskriptif atau penjabaran secara kajian teoretis dengan fenomena lapangan yang ada, belum sampai pada hasil riset.</p> Nora Yuniar Setyaputri Khususiyah Khususiyah Devi Kusuma Ardhani Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-17 2019-11-17 3 404 410 Pengaruh Penggunaan Lembar Kegiatan Siswa Berbasis Contextual Teaching and Learning Terhadap Hasil Belajar Siswa http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/45 <p>Inovasi Pembelajaran matematika perlu dilakukan seiring dengan perkembangan jaman untuk menciptakan suasana belajar yang aktif dan menyenangkan. Salah satu cara melakukan inovasi pembelajaran matematika adalah melaksanakan pembelajaran dengan menggunakan Lembar Kegiatan Siswa Berbasis <em>Contextual Teaching and Learning</em> (CTL). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penggunaan Lembar Kegiatan Siswa berbasis CTL terhadap Hasil Belajar Siswa kelas VIII Sekolah Menengah Pertama pada materi Teorema Pythagoras.&nbsp; Penelitian ini dilaksanakan di SMP N 2 Dolopo. Metode penelitian yang digunakan adalah kuasi eksperimen dengan desain penelitian <em>pretest-postest control group design</em>. Pengambilan sample dilakukan dengan teknik <em>simple random sampling</em>. Tes yang diberikan berupa tes pilihan ganda dan instrumen non tes berupa lembar observasi aktivitas guru, lembar observasi aktivitas siswa, dan angket respon siswa. Teknik analisis data menggunakan uji-t, diperoleh hasil t<sub>hitung</sub>&nbsp; sebesar 3,586 dan t<sub>tabel</sub> pada taraf signifikan &nbsp;sebesar 1,679, maka t<sub>hitung</sub> &gt; t<sub>tabel</sub>. Hal ini menunjukkan bahwa terdapat pengaruh LKS berbasis CTL terhadap hasil belajar siswa pada materi Teorema Pythagoras. LKS berbasis CTL memfasilitasi siswa untuk memahami makna materi yang diajarkan dengan mengaitkannya dalam kehidupan sehari-hari.</p> Yafita Arfina Mu’ti Ais Rosyida Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-17 2019-11-17 3 411 424 Candi Tegowangi: Inspirasi Media Pembelajaran Inovatif Berbasis Budaya http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/46 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah mengidentifikasi relief peniggalan sejarah di lingkungan daerah kususnya kediri yaitu candi tegowangi sebagai sumber pengembangan media pembelajaran matematika. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan metode penelitian adalah metode fenomenologi karena berfokus pada identifikasi yang dilakukan oleh siswa. Subyek dalam penelitian ini adalah siswa kelas IV Sekolah Dasar dengan mata pelajaran matematika dan materi pokok yaitu segi banyak beraturan dan tak beraturan. Hasil dari penelitian ini adalah siswa dapat menemukan atau mengidentifikasi bangun-bangun segi banyak beraturan dan tak beraturan yang terdapat pada relief peninggalan sejarah dan dapat menemukan bentuk atau bangun baru yang sebelumnya belum teridentifikasi pada relief peninggalan sejarah tersebut. Kesimpulannya adalah dengan bantuan siswa, dapat diperoleh hasil identifikasi bangun segi banyak beraturan dan tak beraturan pada relief peninggalan sejarah yang dengan hasil identifikasi tersebut dapat dijadikan dasar pengembangan media pembelajaran berbasis budaya daerah yang mengandung nilai matematika didalamnya untuk meningkatkan kesadaran siswa terhadap budaya daerah sejak dini.</p> Fandi Abardi Sugianto Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-17 2019-11-17 3 425 431 Analisis Kemampuan Siswa Sma Dalam Menyelesaikan Soal Trigonometri Tipe HOTS Ditinjau dari Gaya Belajar http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/47 <p>Trigonometri merupakan materi yang dipelajarai dalam ilmu matematika pendidikan. Mengukur tinggi sebuah gedung merupakan salah satu implementasi ilmu trigonometri dalam kehidupan sehari-hari. Melihat pentingnya trigonometri dalam kehidupan sehari-hari layak untuk dipelajari lebih mendalam di sekolah. Kesulitan siswa dalam mempelajari trigonometri di sekolah yaitu pada saat menyelesaikan soal berpikir tingkat tinggi (<em>high order thinking</em>). Hal tersebut didapat penulis pada saat melakukan uji coba di lapangan untuk mengetahui kemampuan siswa SMA dalam menyelesaikan soal berpikir tingkat tinggi (<em>high order thinking</em>) pada materi trigonometri dan ditemukan permasalahan bahwa siswa kesulitan untuk menyelesaikan soal berpikir tingkat tinggi (<em>high order thinking</em>). Berdasarkan permasalahan tersebut, penulis terinspirasi untuk menganalisis lebih dalam mengenai kemampuan siswa SMA dalam menyelesaikan soal berpikir tingkat tinggi (<em>high order thinking</em>) materi trigonometri ditinjau dari gaya belajar. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan metode deskriptif kualitatif yang bertujuan untuk menganalisis kemampuan siswa SMA dalam menyelesaikan soal berpikir tingkat tinggi (<em>high order thinking</em>) materi trigonometri ditinjau dari gaya belajar. Hasil dari penelitian ini adalah siswa dengan gaya belajar auditori mendapatkan nilai 15 dengan kategori rendah. Siswa dengan gaya belajar visual mendapatkan nilai 90 dengan kategori tinggi. Sedangkan siswa dengan gaya belajar kinestetik mendapatkan nilai 15 dengan kategori rendah</p> Franco Johan Mahendratama Darsono Darsono Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-17 2019-11-17 3 432 439 Etnomatematika: Batik Khas Kediri Sebagai Media Pembelajaran Matematika Barisan dan Deret Aritmetika http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/48 <p>Budaya dan matematika merupakan dua hal yang berkaitan erat. Etnomatematika adalah sebuah ilmu yang dipergunakan untuk memahami bahwa matematika dapat dihubungkan dengan budaya. Batik khas Kediri <em>bolleches</em> merupakan salah satu budaya yang ada di Kediri. Batik ini adalah batik “<em>Bolleches</em>”. Kata <em>Bolleches</em> berasal dari bahasa Belanda yang berarti titik-titik kecil. Pembuatan titik-titik ini untuk beberapa motif ada yang mengaplikasikan pola pada barisan dan deret aritmetika dalam matematika.&nbsp; Penelitian ini bertujuan &nbsp;mengeksplorasi batik khas Kediri sebagai media pembelajaran matematika barisan dan deret aritmetika. Metode yang digunakan peneliti adalah jenis penelitian eksploratif dengan pendekatan etnografi. Peneliti sebagai pengumpul data sekaligus instrumen utama didukung dengan studi literatur, catatan lapangan, pedoman observasi, pedoman wawancara, dan dokumentasi. Berdasarkan hasil data dari eksplorasi, pengamatan serta dokumentasi penelitian, batik khas Kediri <em>bolleches </em>memiliki beberapa pola bilangan pada barisan dan deret aritmetika yang termuat dalam motifnya. Berdasarkan konsep barisan dan deret aritmetika pada batik khas Kediri yakni <em>bolleches</em> yang diuraikan di sebelumnya, beberapa motif batik <em>bolleches</em> dapat dipergunakan sebagai alternatif media pembelajaran mengenal pola bilangan, suku-suku pada barisan, beda, rumus barisan dan rumus deret aritmetika.&nbsp; Objek etnomatematika yang ada di ruang lingkup masyarakat sekitar kita dapat digunakan sebagai media pembelajaran yang relevan, inovatif, dan menarik bagi siswa.</p> Habibah Nur Jannah Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-18 2019-11-18 3 440 446 Strategi Pembelajaran Menggunakan Media Audio Visual di KB Labschool UN PGRI Kediri http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/49 <p>Berdasarkan observasi di KB Labscool UN PGRI Kediri ada permasalahan capaian perkembangan anak masih rendah pada kemampuan kedisiplinan anak dalam menerima materi diketahui dari ketika guru menyampaiakan materi pembelajaran anak masih berlari-lari, berpindah tempat duduk, kurang fokus atau kurang konsentrasi. Dari permasalahan yang dihadapi tersebut guru menerapkan pembelajaran melalui media audio visual yaitu penayangan video edukatif. Tujuan penulisan artikel ilmiah ini adalah ingin mendeskripsikan tentang strategi pembelajaran menggunakan media audio visual berupa tayangan video edukatif yang akan berfungsi meningkatkan kemampuan anak kedisplinan di kelas agar fokus dalam menerima materi yang disampaikan oleh guru. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan subjek penelitian sejumlah 15 anak di KB Labschool UN PGRI Kediri. Hasil penelitian menunjukan bahwa kemampuan anak dapat meningkat terlihat saat anak mengikuti kegiatan penayangan video edukatif. Selain anak merasa senang sesuai konsep pembelajaran di PAUD juga dapat menstimulasi perkembangan anak untuk bertanya serta duduk dengan disiplin.&nbsp;</p> Hajar Yaumil Faizah Adea Jery Nurafitri Diana Kusuma Dewi Oktavia Nur Fauziah Anik Lestariningrum Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-18 2019-11-18 3 447 453 Pelestarian Karakteristik Etika Sosial Budaya pada Anak Usia Dini http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/50 <p>Masyarakat Indonesia memiliki kultur yang sangat khas terkait dengan penanaman etika sosial budaya yang diterapkan di lingkungan terutama melalui lingkungan sekitar dan keluarga anak. Anak usia dini merupakan pribadi yang unik mempelajari sesuatu dengan mengamati lingkungan sekitar. Permasalahan yang terjadi dengan perkembangan zaman anak sejak usia dini perlu ditekankan pembiasaan etika sosial budaya karena banyak muncul sikap anak yang kurang menghargai orang tua, bahkan dengan teman sebaya, anak bersikap kurang berempati terhadap lingkungan sekitar akibat penggunaan gadget berlebihan. Berdasarkan pengamatan di TK Labschool UN PGRI Kediri ada beberapa strategi yang diterapkan oleh guru dalam menerapkan konsep pembiasaan agar etika sosial budaya dapat tertanam dalam diri anak sejak usia dini. Tujuan penulisan makalah adalah akan menguraikan secara deskriptif bagaimana pelestarian karakteristik etika sosial budaya yang dilakukan. Metode yang digunakan dalam pemaparan makalah deskriftif kualitatif, dengan subjek adalah peserta didik di kelompok A TK Lab school UN PGRI Kediri. Hasil yang diharapkan dengan pemaparan makalah bermanfaat dalam peningkatan kegiatan pembelajaran anak usia dini terutama dalam konsep etika budaya.</p> Niken Ayu Saptiwi Dewi Safitri Brigita Ika Susanti Intan Prastihastari Wijaya Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-18 2019-11-18 3 454 461 Analisa Kemampuan Pengucapan English Diphtongs pada Siswa-Siswi Menggunakan Aplikasi Android “English Pronunciation by Kepham” http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/51 <p>Salah satu hal terpenting dalam menguasai bahasa Inggris adalah mempelajari pengucapan (<em>pronunciation</em>). Diftong merupakan salah satu masalah yang paling sering ditemui dalam mempelajari <em>pronounciation</em>. Salah satu cara melatih kemampuan pengucapan bahasa Inggris secara mandiri adalah melalui aplikasi “<em>English Pronunciation by KEPHAM</em>” pada android. Aplikasi ini merupakan salah satu media dalam mengukur kemampuan <em>pronounciation</em> bahasa Inggris. Penelitian ini bertujuan untuk mengukur kemampuan pengucapan diftong bahasa Inggris dengan menggunakan aplikasi “<em>English Pronunciation by KEPHAM</em>” pada siswa-siswi kelas X jurusan Perikanan SMKN I Glagah, Banyuwangi. Penelitian ini menggunakan penelitian deskriptif kuantitatif melalui beberapa langkah yaitu identifikasi, kategori, analisis dan menyimpulkan data. Dalam pengumpulan data, peneliti menggunakan tes pengucapan dan wawancara. Hasil Penelitian menunjukkan persentase nilai rata-rata kemampuan pengucapan diftong [eɪ] adalah 49,14%, diftong [aɪ] sebesar 50%, diftong [ɔɪ] 56,90%, diftong [əʊ] sebesar 62,07%, diftong [ɪə] sebesar 42,24%, diftong [eə] sebesar 36,20% enam diftong tersebut termasuk dalam kategori cukup baik. Kemampuan pengucapan diftong yang berada pada kategori kurang adalah diftong [aʊ] sebesar 30,17% dan diftong [ʊə] sebesar 28,45%. Penyebab kemampuan pengucapan diftong mereka yang masih dalam kategori kurang dan cukup adalah dikarenakan kurangnya motivasi belajar bahasa Inggris dan pengaruh dari pemikiran responden yang masih rendah terhadap pentingnya bahasa Inggris bagi mereka.</p> Wulan Wangi Sutami Dwi Lestari Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-19 2019-11-19 3 462 467 Wujud Prinsip Kerja Sama dalam Pembelajaran di Sekolah Dasar http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/52 <p>Dalam hubungannya dengan dunia pembelajaran, interaki guru dan siswa, juga interaksi antarsiswa di dalam mau pun di luar kelas tidak terlepas dari prinsip dalam bertutur, seperti yang disampaikan oleh Grice yaitu prinsip kerja sama. Dalam penelitian ini mendeskripsikan tentang wujud penggunaan prinsip kerja sama dalam pembelajaran siswa sekolah dasar. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data berupa data verbal. Data verbal yaitu berupa dialog dalam pembelajaran. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan langkah-langkah: (1) mencatat, menghimpun, dan menyeleksi data, (2) mentranskrip data, (3) menerjemahkan temuan data yang berbahasa daerah, (4) deskripsi data, (5) menarik simpulan. Berdasarkan paparan data terungkap bahwa para siswa kelas pada saat pembelajaran menggunakan jenis tuturan (1) menjawab salam, (2) menjawab pertanyaan dan melaporkan, (3) bertanya, (4) menawarkan, (5) meminta, (6) menyetujui, dan&nbsp; (7) memperdebatkan. Tuturan yang digunakan guru meliputi (1) menyampaikan salam, (2) bertanya, (3) menjawab pertanyaan, (4) memuji, (5) menjelaskan/menyampaikan suatu hal, (6) menyuruh, (7) mengonfirmasi, dan (8) menegur. Tuturan tersebut merupakan wujud dari penggunaan prinsip kerja sama.</p> Marista Dwi Rahmayantis Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-20 2019-11-20 3 468 476 Pendidikan Karakter Sebagai Upaya Meningkatkan Semangat Belajar http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/53 <p>Pendidikan karakter menjadi tanggung jawab bersama. Keluarga, sekolah, lingkungan sebagai ujung tombak pendidikan anak-anak seharusnya memaksimalkan perannya dalam membentuk karakter anak. Pendidikan karakter dapat diartikan pendidikan budi pekerti luhur, yaitu melibatkan aspek pengetahuan (cognitive), perasaan (feeling), dan tindakan (action). Tanpa ketiga aspek tersebut, pendidikan karakter tidak efektif. Pendidikan karakter ditetapkan secara sistematis dan berkelanjutan, dan seorang anak akan menjadi cerdas emosinya. Karena kecerdasan emosi ini merupakan bekal penting bagi anak untuk menyongsong masa depan. Orang tua wajib mengajarkan akhlak yang mulia kepada anak sebagai dasar kepribadian. Guru harus mampu menjadi tauladan dan contoh model yang bisa ditiru oleh anak dalam lingkungan sekolah. Lingkungan tempat anak bermain atau berinteraksi juga harus mampu memberikan pengaruh yang positif. Sekolah memberi peran yang sangat besar dalam pendidikan karakter karena waktu anak banyak berada di sekolah. Salah satu faktor keberhasilan dalam proses pembelajaran disamping gurunya yang ahli dan pandai, maka ada faktor lain yang signifikan yang dapat menunjang keberhasilan proses pembelajaran di sekolah yakni dukungan dari keluarga. Keluarga menjadi pendidik karakter anak yang pertama sebelum dia mendapatkan pendidikan di sekolah. Karena itu, keluarga harus berusaha menciptakan suasana serta keadaan yang menentramkan bagi anak anaknya. Memberikan waktu yang menyenangkan tidak hanya untuk tinggal dirumah tapi juga melakukan proses belajar yang penuh semangat pada anak anak. Peran orang tua dan guru sebagai penyemangat dalam membantu proses belajar anak di rumah menjadi&nbsp; sebuah strategi untuk menciptakan proses belajar yang bisa menggugah anak menjadi aktif sehingga anak anak tidak hanya mendapat pengetahuan tentang materi yang dipelajari, akan tetapi juga mendapat keterampilan serta pembelajaran sikap dan tingkah laku yang akan terus berkembang. Pendidikan karakter yang diterapkan sejak dini dari sekolah, keluarga maupun lingkungan akan menjadi dasar bagi anak dalam perkembangan selanjutnya.</p> Anik Indramawan Noor Hafidhoh Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-20 2019-11-20 3 477 485 Cooperative Learning: Sebuah Metode untuk Menciptakan Hubungan Positif Antar Siswa Dalam Mencapai Prestasi Akademik http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/54 <p>Teman memiliki peran penting dalam menentukan kualitas lingkungan belajar. Guru jarang mengalokasikan waktu untuk menciptakan relasi yang positif antar siswa di dalam kelas. Selain itu, program pendidikan guru juga jarang memberi pengetahuan tentang keefektivitasan kelompok dan keterampilan dalam mengelola kelompok di dalam kelas. Padahal banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kelas yang mengalokasikan waktu untuk menciptakan relasi positif antar siswa di dalam kelompok dapat mengurangi banyak penyimpangan perilaku dan dapat menyediakan iklim kelas yang mampu mempertinggi prestasi siswa. Relasi antar teman mempengaruhi prestasi siswa di beberapa aspek. Pertama, sikap teman terhadap prestasi mempengaruhi aspirasi akademik siswa dan perilaku sekolah. Kedua, kualitas hubungan pertemanan dan dukungan personal di dalam kelas dapat memenuhi kebutuhan individual siswa dan mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka secara produktif didalam proses belajar. Ketiga, relasi pertemanan dapat secara langsung mempengaruhi prestasi melalui aktivitas belajar secara kooperatif. Pengalaman akan kualitas hubungan antar teman di sekolah akan mempengaruhi tingkat keterlibatan siswa di sekolah.</p> <p>Selama tahun sekolah, siswa menghabiskan lebih dari 1000 jam dengan teman sekelas mereka. Interaksi antar teman di kelas sekolah dasar biasanya terdiri dari anak yang tinggal berdekatan satu sama lain. Interaksi antar teman juga melibatkan pertemanan dan konflik diantara siswa tersebut. Pertemanan dan konflik yang berkembang di kelas sering mempengaruhi kehidupan siswa diluar sekolah. Konflik dengan teman merupakan sesuatu yang sedikit kompleks bagi anak di tingkat dasar yang dengan segala sifat egosentrismenya mengurangi pengaruh perilaku terhadap teman mereka. Meskipun demikian, di semua tingkat pendidikan, nilai-nilai, norma-norma dan perilaku-perilaku dari kelompok itu secara signifikan mempengaruhi perasaan aman siswa, merasa dimiliki, menghormati satu sama lain, dan memiliki harga diri secara personal.</p> Isfauzi Hadi Nugroho Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-20 2019-11-20 3 486 492 Model Pembelajaran ‘Trompet’ dalam Penjas: Berbasis Kecerdasan Emosional http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/55 <p>Perkembangan bidang teknologi dan informasi yang sangat cepat dan sangat canggih membuat anak-anak generasi alpha lebih mudah mengakses berbagai jenis infomasi, hanya dengan melihat seorang anak dengan mudah menerima dan menirukannya. Disayangkan, kondisi semacam ini tidak diikuti dengan model pembelajaran yang diperagakan guru di sekolah. Guru cenderung mempertahankan cara-cara lama yang sesungguhnya telah tertinggal dengan perkembangan dan pola pikir anak-anak di era ini. Model pembelajaran ‘Trompet’ menawarkan prosedur pembelajaran yang memberdayakan kemampuan anak dengan mengikuti langkah-langkah: (1) bagikan pengalaman, (2) respons, (3) kenali pola perilaku yang unik, (4) pola perilaku sendiri (5) klarifikasi, (6) alternative (diperbolehkan), (7) evaluasi, dan (8) menetapkan perilaku yang dikembangkan.</p> Atrup atrup Chris Tomy Yudhi Nugroho Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-20 2019-11-20 3 493 498 Penggunaan Game RPG Maker MV untuk Menganalisis Kemampuan Berpikir Kreatif Matematis Siswa Pada Materi SPLTV http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/56 <p>Kemampuan berpikir kreatif matematis siswa adalah kemampuan menemukan solusi yang bersifat baru dalam sebuah pemecahan masalah. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis cara berpikir kreatif matematis siswa dengan menggunakan media <em>game</em>, yakni <em>game RPG Maker MV</em>. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif yang menekankan pada kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan menggunakan bantuan <em>Game RPG Maker MV</em> yang khususnya pada materi Sistem Persamaan Linier Tiga Variabel dengan lebih cermat. Tahap penelitian yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari 3 tahap, yakni 1) persiapan 2) pelaksanaan dan 3) analisis data. Pada tahap persiapan yang perlu dilakukan adalah menyusun rencana penelitian, menentukan tempat penelitian, pengajuan proposal penelitian, mengurus surat permintaan izin untuk melakukan penelitian, penyusunan instrumen penelitian. Sedangkan pada tahap pelaksanaan terdiri dari pemilihan subjek dengan metode purposive sampling, pemberian tes berupa soal yang telah disisipkan ke dalam <em>Game RPG Maker MV</em>, melakukan tes wawancara, melakukan analisis data, dan menguji kredibilitas data dengan triangulasi sumber dan teknik. Melalui artikel ini, peneliti bersedia untuk menganalisis kemampuan berpikir kreatif matematis siswa dengan menggunakan <em>Game RPG Maker MV</em> dengan menggali berbagai teori dan beberapa penelitian sebelumnya.</p> Septea Hasana Fareka Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-20 2019-11-20 3 499 507 Representasi Matematis Mahasiswa Berkemampuan Matematika Tinggi dalam Menyelesaikan Masalah Transportasi http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/57 <p>Representasi dapat digunakan untuk membantu menemukan solusi dari suatu permasalahan. Dalam pemahaman konsep maupun penyelesaian masalah&nbsp; matematis memerlukan suatu representasi matematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan representasi matematis mahasiswa berkemampuan matematika tinggi dalam menyelesaikan masalah transportasi. Masalah Transportasi pada mata kuliah Riset Operasi merupakan salah satu bagian dari mata kuliah wajib bagi mahasiswa strata satu program studi Teknik Informatika Universitas Nusantara PGRI Kediri. Dengan menggunakan metode penelitian deskriptif dan jenis penelitian kualitatif, peneliti menggunakan subjek penelitian yakni salah satu mahasiswa program studi Teknik informatika Universitas Nusantara PGRI Kediri yang berkemampuan tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa representasi matematis mahasiswa teknik informatikan yaitu mahasiswa berkemampuan tinggi dapat menyelesaikan masalah dengan multi representasi yakni representasi secara visual maupun verbal dan dapat memberikan jawaban secara lengkap dan terstruktur.</p> Niska Shofia Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-21 2019-11-21 3 508 514 Pemanfaatan E-Learning Berbasis Moodle Sebagai Media Pembelajaran untuk Mata Kuliah Konsep Dasar IPA 2 di Era Disruption http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/58 <p>Dunia pada saat ini sedang menghadapi era <em>disruption, </em>yang artinya terjadinya perubahan pola tatanan lama, menjadi tatanan baru. Prubahan ini terjadi di semua bidang, salah satunya adalah bidang pendidikan. Di dalam bidang pendidikan, sistem pembelajaran selain harus bersifat konservatif juga harus bersifat kreatif, kreatif dalam hal ini adalah mengikuti perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi misalnya dalam pembelajaran menggunakan sistem <em>E-learning. </em>Karena dengan <em>E-learning </em>kegiatan pembelajaran bisa dilakukan dimanapun dan kapan pun tanpa di batasi oleh ruang dan waktu. Terutama pada matakuliah konsep dasar IPA 2, karena pada mata kuliah ini perlu dilaksanakan dengan waktu yang lama untuk melakukan diskusi mengenai penanaman konsep dasar IPA agar mahasiswa PGSD sebagai calon guru Sekolah Dasar (SD) tidak terjadi miskonsepsi. <em>E-Learning</em> yang digunakan menggunakan sistem <em>Moodle,</em> <em>moodle</em> adalah <em>modular object-oriented dynamic learning environment,</em> sistem yang berguna untuk kegiatan pembelajaran dengan menggunakan jaringan internet melalui web dan keberadaanya sangat memudahkan pengajar ataupun pembelajar. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan menggunakan sampel yaitu jumlah populasi sama dengan jumlah sampel. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, interview serta dokumentasi. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah interaksi antara dosen dengan mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran menggunakan <em>E-learning</em>, <em>E-learning</em> juga memberikan fasilitas forum diskusi online dengan sesama pengguna, dan terdapat pula fasilitas kuis <em>online</em>, sehingga kegiatan pembelajaran menjadi efektif untuk dilaksanakan. Semua kegiatan bisa di lakukan secara online dan bisa diakses dimanapun dan kapanpun tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.</p> Kharisma Eka Putri Susi Damayanti Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-21 2019-11-21 3 515 522 Proses Berpikir Kritis Siswa dalam Pemecahan Masalah Matematika Berdasarkan Tipe Kepribadian Tipologi Hippocrates-Galenus http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/59 <p>Pada abad 21 kemampuan berpikir kritis sangat diperlukan dalam konteks pemecahan masalah. Hal ini sesuai dengan salah satu tujuan pembelajaran matematika yaitu siswa diharapkan dapat menyelesaikan masalah matematika, yang mana dalam menyelesaikan masalah matematika siswa harus berpikir kritis untuk dapat menentukan solusinya. Kemampuan berpikir kritis setiap orang berbeda-beda. Hal tersebut dikarenakan setiap orang memiliki tipe-kepribadian yang berbeda-beda. Terdapat beberapa jenis tipe kepribadian, salah satunya yaitu tipe kepribadian tipologi hippocrates galenus. Tipe kepribadian tipologi hippocrates galenus dibagi menjadi 4 macam yaitu, Sanguinis, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis. Pembagian tersebut berdasarkan cairan pada tubuh manusia. Hasanah juga menjabarkan dalam artikelnya “Analisis Proses Berpikir Siswa Dalam Memecahkan masalah Matematika Ditinjau dari Tipe Kepribadian Estrovert-Introvert dan Gender” bahwa cara memahami masalah, membuat rencana pemecahan masalah, melaksanakan rencana pemecahan masalah, dan dalam memeriksa kembali jawaban siswa dengan tipe kepribadian Extrovert dan Introvert menggunakan proses berpikir yang berbeda.</p> Silvia Meylina Jatmiko Jatmiko Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-21 2019-11-21 3 523 530 Menyelesaikan Masalah Matematika untuk Menganalisis Kemampuan Representasi Matematis Siswa dengan Media Screencast O Matic http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/60 <p>Kemampuan representasi matematis membantu siswa dalam membangun konsep, memahami konsep, dan menyatakan ide-ide matematis. Akan tetapi, kemampuan representasi matematis siswa masih rendah. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya siswa yang masih kesulitan dalam mengubah kalimat matematika menjadi gambar, model matematika, bahkan siswa belum bisa menuliskan apa yang diketahui dan ditanyakan. Untuk itu, suatu proses pembelajaran harus dibuat semenarik mungkin agar siswa antusias dalam belajar yaitu dengan membuat media pembelajaran yang memudahkan siswa dalam memahami konsep. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan kemampuan representasi matematis siswa dalam menyelesaikan masalah matematika pada materi matriks dengan media <em>screencast o matic.</em> Pendekatan penelitian yang akan digunakan oleh peneliti adalah pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif deskriptif, yaitu dengan cara menganalisis data yang ada untuk memperoleh informasi mengenai profil representasi matematis siwa untuk memecahkan soal pada materi matriks dengan media <em>screencast o matic</em>. Tahap penelitian yaitu pendahuluan, perencanaan, pelaksanaan penelitian dan tahap penyelesaian. Penelitian ini menggunakan instrumen soal tes, wawancara dan lembar observasi serta materi yang disampaikan dengan menggunakan media <em>screencast o matic</em>.</p> Sri Devi Wulandari Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-21 2019-11-21 3 531 537 Pentingnya Critical Thinking Bagi Siswa dalam Menghadapi Society 5.0 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/61 <p>Perkembangan dunia saat ini cukup pesat. Hal tersebut ditandai dengan teknologi yang semakin canggih dan memudahkan setiap orang untuk memperoleh informasi dari segala penjuru. Semakin canggihnya teknologi tersebut harus&nbsp; dibarengi dengan kemampuan siswa dalam berpikir dan bertindak. Kemampuan siswa tersebut berupa <em>critical thinking</em>. Kemampuan ini harus diperkenalkan dan diterapkan bagi siswa dalam menghadapi <em>society 5.0</em>. Mengingat tantangan di era ini cukup beragam maka siswa harus mampu berpikir kritis. Guru bimbingan dan konseling diharapkan dapat memberikan bantuan bagi siswa untuk menguasai <em>critical thinking</em>. Guru BK dapat berkolaborasi dengan staf sekolah yang lain agar dapat mewujudkan siswa berpikir kritis. Diharapkan dengan kegiatan tersebut siswa akan lebih mudah dalam menghadapi society 5.0, menjadi pribadi yang kritis dan kreatif, serta siap untuk menghadapi tantangan jaman yang semakin kompleks.</p> Laelatul Arofah Rosalia Dewi Nawantara Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-21 2019-11-21 3 538 545 Pengaruh Model Pembelajaran Discovery Learning Terhadap Kemampuan Berpikir Kritis Siswa http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/62 <p>Siswa tampak pasif dalam proses pembelajaran karena tidak ada yang bertanya dan menyimpulkan, melainkan hanya mendengar dan mencatat penjelasan dari guru saja. Siswa belum mendapat kesempatan untuk menggali pemahaman dan mengembangkan keterampilan berpikir kritis melalui praktek dan penyelidikan ilmiah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan apakah ada pengaruh model pembelajaran <em>Discovery Learning</em> terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Jenis penelitian yang akan digunakan adalah dengan menggunakan metode <em>pre experimental design</em> dengan jenis <em>pre-test </em>dan<em> post-test one group design.</em> Sampel yang digunakan adalah kelas VII SMP Syafa’atul Ulum Ngawi yang berjumlah 21 siswa dengan siswa laki-laki berjumlah 17 siswa dan siswa perempuan berjumlah 4 siswa. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara memberikan <em>pre-test</em> sebelum siswa mendapatkan perlakuan, selanjutnya dilakukan <em>post-test</em> untuk mengetahui pengaruh model pembelajaran <em>Discovery Learning</em> tehadap kemampuan berpikir kritis siswa. Hasil penelitian diketahui bahwa t<sub>hitung </sub>&gt; t<sub>tabel</sub> = 17,33&gt;1,72 maka hipotesis nihil (H<sub>0</sub>) ditolak dan hipotesis alternatif (H<sub>a</sub>) diterima. Simpulan Hasil Uji Hipotesis&nbsp; membuktikan bahwa ada pengaruh yang signifikan model pembelajaran <em>Discovery Learning</em> terhadap kemampuan berpikir kritis siswa.</p> Sinta Kumala Sari Elvira Putri Heruwati Susdarwati Susdarwati Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-21 2019-11-21 3 546 555 Pengembangan Media Pembelajaran dalam Menanamkan Karakter Peduli Lingkungan Sejak Usia Dini http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/65 <p>Menurut Badan Pusat Statistik pada tahun 2018 Indonesia merupakan negara kedua penyumbang sampah terbesar di dunia. Sampah plastik di Indonesia mencapai 64 juta ton/tahun. Sebanyak 85.000 ton merupakan sampah kantong plastik yang terbuang ke lingkungan. Hal ini disebabkan kurangnya kesadaran dan kepedulian masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya. Melihat keprihatinan tersebut maka penulis mencoba untuk menemukan solusi dengan mengembangkan media pembelajaran sebagai alat untuk menanamkan karakter dan kebiasaan peduli lingkungan&nbsp; sejak usia dini. Media pembelajaran ini berbasis media 3 dimensi, sehingga mampu memberikan gambaran nyata kepada peserta didik mengenai dampak dari perilakunya terhadap lingkungan hidup disekitarnya. Hal tersebut sesuai dengan salah satu tujuan Pembangunan Berkelanjutan yaitu mewujudkan PAUD yang bermutu dan berkualitas yang mampu membentuk karakter dan kebiasaan pada anak. Metode implementasi diantaranya: (1) Mengumpulkan data melalui studi literatur dan observasi ke PAUD (2) Mendesain materi media pembelajaran (3) Pembuatan instrumen media (4) Uji validitas dan reliabilitas (5) Evaluasi meliputi : pengujian penggunaan, pengujian pada anak usia dini. Kelebihan media ini diantaranya (1) Menarik (2) Interaktif (3) Ekonomis (4) Edukatif. Melalui pengembangan media pembelajaran ini diharapkan dapat menanamkan karakter dan kebiasaaan peduli lingkungan pada anak usia dini.</p> Titania Widya Prameswari Dewi Safitri Hajar Yaumil Faizah Widi Wulansari Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-21 2019-11-21 3 556 560 Pembelajaran Matematika Berbasis Etnomatematika Melalui Permainan Tradisional Engklek http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/67 <p>Nilai matematika yang terkandung dalam kehidupan sehari-hari dapat disebut sebagai etnomatematika. Etnomatematika merupakan pembelajaran matematika yang terdapat pada kultur budaya, etnomatematika juga dapat digunakan untuk menerapkan matematika dalam menghadapi lingkungan alam dan juga pada sistem budaya yang ada. Indonesia mempunyai beragam budaya salah satunya permainan tradisional. Banyak jenis permainan tradisional yang terdapat di Indonesia salah satunya permainan engklek. Permainan tradisional engklek merupakan permainan yang banyak orang tau cara mainnya dan juga didalam permainan engklek terdapat unsur pembelajaran matematika, contohnya materi bangun datar yang terdapat dalam permainan engklek tersebut. Jadi permainan engklek terdapat dalam pembelajaran matematika khususnya pada materi bangun datar.</p> Siti Halimatul Maulida jatmiko jatmiko Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-22 2019-11-22 3 561 569 Pengelolaan Ukuran Rombongan Belajar Dan Siswa Per-Rombel dalam Upaya Peningkatan Kualitas Lulusan Menyongsong Society 5.0 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/68 <p><em>The development of the world of education is currently entering a very important period, especially in welcoming society 5.0. Society 5.0 can be interpreted as a human-centered and technology-based concept of society. Efforts by the Government not only provide quality education services, but also the continuation of education itself. In this era students are required to have the ability to solve complex problems, critical thinking, and creativity. In an effort to realize and maximize students' abilities, it is necessary to limit the size of the class and student per class in schools to create an effective teaching and learning environment. The purpose of this study is to determine the maximum limit of the size of the class and students per class that is most effective against the quality of graduates in welcoming society 5.0. This study uses secondary data analysis about the number of classes, students per class, and national examination results. The sample of this study is all vocational schools in Indonesia in 2018. The selection of vocational samples because graduates are prepared to be ready to work so that the impact of the regulation of student and student size per class will be very effective in efforts to improve the quality of graduates. Based on the results of calculations, to achieve the best quality graduates, the maximum number of Vocational Level classes is 54 classes with a total of 35 students per class.</em></p> Novrian Satria Perdana Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-23 2019-11-23 3 570 580 Pengembangan Media Cakra Indonesia Untuk Mata Kuliah Academic and Scientific Vocabulary http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/69 <p>Penelitian ini dilatarbelakangi oleh hasil observasi bahwa belum tersedianya media pembelajaran kosa kata yang menarik untuk Mata Kuliah Academic and Scientific Vocabulary. Sehingga mahasiswa merasa kesulitan untuk menguasai kosa kata baru hanya dengan membaca dan menghafal secara konvensional. Oleh karena itu dapat diadakan sebuah media pembelajaran baru untuk mempermudah mahasiswa menambah penguasaan kosa kata baru. Tujuan dari penelitian ini adalah 1) Untuk menemukan model Media Cakra Indonesia, 2) Untuk mengetahui validitas Media Cakra Indonesia. 3) Untuk mengetahui keefektivitasan media Cakra Indonesia.Penelitian ini menggunakan rancangan penelitian Reseach and Development diadaptasi dari Sugiyono. Hasil Penelitian yaitu (1) Model Media Cakra Indonesia berupa KIT dengan Kotak koper berisikan peta Indonesia dengan 50 titik pemberhentian pada satu sisi, di sebelah sisinya adalah cakra putar elektrik, kemudian kantong berisi 300 kartu dengan tiga level permainan, masing-masing level terdiri dari 100 kartu berisi pertanyaan terkait kosa kata akademik dan saintifik, kemudian pion, serta dilengkapi dengan buku petunjuk penggunaan dan latihan soal. Dimainkan perorangan minimal 2 s/d 4 orang, atau kelompok dengan kelompok (2) Media Cakra Indonesia dinyatakan Valid dengan validasi akhir dari validator media dan validator materi sebesar 85,42% (3) Media Cakra Indonesia dinyatakan efektif dengan tingkat keberhasilan mahasiswa mencapai 88,89%. Dengan demikian Media Cakra Indonesia dinyatakan valid, efektif, dan dapat digunakan untuk pembelajaran tanpa perbaikan.</p> Nita Sutanti Yusniarsi Primasari Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-25 2019-11-25 3 581 593 Implementasi Construct 2 Pada Pengembangan Media Pembelajaran Bahasa Inggris Interaktif Berbentuk Game Edukasi Multi Platform http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/70 <p><em>Reading </em>merupakan kemampuan dasar pada mata pelajaran Bahasa Inggris yang harus dikuasai oleh siswa tingkat SMP Kelas 7. Kebanyakan media pembelajaran untuk siswa yang ada sekarang ini, masih menggunakan media buku ajar, menulis kan materi di papan tulis atau menggunakan LCD proyektor. Walaupun materi yang disampaikan dapat dipahami, namun juga mudah dilupakan karena kurangnya semangat untuk mempelajarinya kembali. Untuk itu peneliti mengajukan solusi media pembelajaran kekinian, yaitu game edukasi multi platform berbasis Windows dan Android yang disisipi dengan materi <em>reading </em>sesuai kurikulum pembelajaran pada mata pelajaran Bahasa Inggris untuk tingkat SMP kelas 7. Game ini dikembangkan menggunakan <em>software </em>Construct 2. Penelitian ini menghasilkan game edukasi multi platform The Adventure of Timun Mas. Pada penelitian ini dilakukan uji validasi materi dan media oleh para ahli yang kompeten di bidangnya. Uji validasi materi dilakukan oleh guru mata pelajaran Bahasa Inggris tingkat SMP dan dosen Pendidikan Bahasa Inggris. Sedangkan uji validasi media dilakukan oleh praktisi <em>game developer </em>dan dosen Teknik Informatika. Hasil validasi materi dan validasi media dari masing-masing pakar dijumlahkan, kemudian dibagi dengan nilai keseluruhan dan dikalikan 100%. Hasil akhir validasi produk adalah 82.95%, maka game The Adventure of Timun Mas layak untuk digunakan.</p> Yusniarsi Primasari Sri Lestanti Riska Dhenabayu Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-11-25 2019-11-25 3 594 608 Psikodrama Untuk Meningkatkan Kepercayaan Diri Remaja Perempuan http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/75 <p>Studi ini bertujuan untuk meningkatkan&nbsp; kepercayaan diri remaja perempuan dengan menggunakan teknik psikodrama<em>. </em>Subyek intervensi&nbsp; dalam studi&nbsp; ini adalah&nbsp; 6 orang siswa kelas 7 sebuah SMP di Kota Malang, Jawa Timur. Pemilihan subyek berdasarkan atas keterangan wali kelas dan hasil observasi. Setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, subyek memiliki diagnosis kepercayaan diri rendah, dimana hal ini dipertegas oleh hasil skor skala kepercayaan diri. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara dan skala kepercayaan diri. Intervensi terdiri dari 8 sesi psikodrama<em>.</em> Teknik ini dipilih karena pada psikodrama terdapat unsur <em>action </em>dan <em>sharing </em>dimana kegiatan tersebut harus dilakukan&nbsp; sehingga memberian kesempatan pada peserta untuk menguji keyakinan dan kepercayaan diri mereka baik untuk bertindak maupun berbicara pada situasi yang melibatkan kehadiran orang lain. Namun terdapat sesi <em>warming up </em>untuk mengkondisian peserta dan beradaptasi pada situasi tersebut. Setelah dilakukan intervensi, seluruh peserta menunjukkan kenaikan skor pada skala kepercayaan diri.</p> Al Thuba Priyanggasari Muhammad Rizkan Frans Deska Bestari Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-12-21 2019-12-21 3 609 624 Pengembangan Media Interaktif “Tema Binatang” Dalam Mengembangkan Bahasa Anak Kelompok B Taman Kanak-kanak Kecamatan Grogol Kabupaten kediri http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/76 <p>Penelitian ini bertujuan untuk Mengetahui kelayakan dan keefektifan media interaktif dalam mengembangkan bahasa &nbsp;anak kelompok B di TK Kecamatan Grogol Kabupaten Kediri. Model penelitian yang digunakan adalah <em>Reseach and Development</em> (R&amp;D). Model&nbsp; desain R&amp;D yang dipakai adalah <em>education research and development</em> mengingat yang akan dikembangkan adalah komponen desain intruksional. Menyikapi pendekatan yang ada, dipilih model&nbsp; R&amp;D dengan pendekatan. Pendekatan&nbsp; yang dijadikan acuan adalah pendekatan&nbsp; yang disusun secara kolaboratif&nbsp; Dick, Carey dan&nbsp; Carey. Desain intruksional&nbsp; menggunakan model desain Dick and Carey. Buku yang jadi acuan adalah <em>The Systematic Desain of Instruction</em> terbitan 2015 edisi kedelapan. Pendekatan sistem yang dikembangkan oleh Dick dan Carey (2015:2) terdiri atas 10 langkah: 1. <em>Identifying Intrucsional Goals 2.Conducting intrucsional Analysis 3. </em>Analysis <em>Learners and Contexts 4. Write Performance Objecrive 5. Develop Assesment Instrumen 6.Develop Instrucsional Strategy 7. Develop And Select Intrucsional Materials 8. Design And Conduct Formative Evaluation Of Intruction 9. Revisi Instruction 10.Design And Conduct Summative Evaluastion.</em> Berdasarkan uji&nbsp; kelayakan media interaktif “tema binatang” melalui uji validasi ahli (ahli media dan ahli instumen), uji coba perorangan, uji kelompok kecil. Sedangkan&nbsp; uji keefektifan media interaktif “tema binatang” membandingkan nilai hasil pretest&nbsp; dan posttest dengan uji t <em>Paired Samples Statistics </em>menunjukkan bahwa <em>pretest</em> dan <em>posttest</em> mengalami perubahan dalam skor rata-rata. <em>Pretest </em>memperoleh rata-rata (<em>mean</em>) 9.03%. Sedangkan rata-rata (<em>mean</em>) pada <em>posttest </em>diperoleh 16.50%. Sehingga dapat disimpulkan adanya peningkatan perkembangan bahasa pada nilai rata-rata (<em>mean</em>) yaitu pada sebelum dan sesudah menggunakan media interaktif “tema binatang” (<em>posttest</em>).</p> Dwi Suprihatin Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-12-21 2019-12-21 3 625 661 Inovasi Pembelajaran Responsif Gender di Sekolah Dasar (Studi Kasus SDN 03 Cijantung) http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/77 <p>Responsif gender dalam proses pembelajaran merupakan salah satu hal penting dalam pembentukan karakter siswa dalam menerima pembelajaran. Inovasi dalam proses pembelajaran yang responsive gender dapat membawa suasana pembelajaran menjadi lebih aktif dan kreatif. Dalam penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui tentang (1) apakah guru Sekolah Dasar Negeri Cijantung 03 Pagi telah menggunakan pembelajaran responsif gender sebagai salah satu inovasinya; (2) bagaimanakah pelaksanaan inovasi pembelajaran responsif gender di Sekolah Dasar Negeri Cijantung 03 Pagi. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penelitian dilakukan di SD Negeri Cijantung 03 Pagi. Teknik pengumpulan data dengan menggunakan teknik wawancara dan observasi. Sumber data dalam penelitian ini adalah informan (guru kelas, kepala sekolah, kepala Tata Usaha), dokumen (Silabus, RPP), tempat dan peristiwa (ruang kelas, perpustakaan, proses pembelajaran). Validitas data menggunakan triangulasi, dan teknik analisis yang digunakan menggunakan model analisis interaktif. Hasil penelitian ini menunjukkan, bahwa (1) guru Sekolah Dasar Negeri Cijantung 03 Pagi telah menggunakan pembelajaraan responsif gender; (2) Dengan adanya pembelajaran responsif gender, siswa memperoleh kewajiban dan hak yang sama dalam mengakses fasilitas dan berperan dalam proses pembelajaran. Suasana pembelajaran dan lingkungan sekolah yang responsif gender mendukung terjadinya kerjasama yang baik antara siswa, guru, kepala sekolah, dan petugas di lingkungan sekolah</p> Eka Nana Susanti Suswandari Suswandari Khoerul Umam Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-12-21 2019-12-21 3 662 667 Efektivitas Model Latihan Shooting Instep Drive Berbasis Drill Pada Cabang Olahraga Sepakbola Tingkat Pelajar http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/78 <p>Tujuan dalam penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas model latihan <em>shooting</em> <em>instep drive</em> berbasis <em>drill</em> terhadap peningkatan hasil <em>shooting</em> pada cabang olahraga sepakbola tingkat pelajar. Pendekatan dalam penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, jenis penelitian ini adalah eksperimen, rancangan dalam penelitian ini menggunakan <em>rondomized control group pretest-posttest. </em>Populasi dalam penelitian ini adalah pemain berusia U-16 tahun terdiri dari 70 pemain yang di bagi menjadi 2 kelompok yakni kelompok eksperimen dan kelompok kontrol yang dibagi secara random. Kemampuan tes <em>shooting</em> dikumpulkan melalui instrument&nbsp; <em>test</em> &nbsp;ketrampilan <em>shooting</em>. Instrumen hasil <em>shooting</em> yang akan digunakan dalam penelitian ini memiliki tingkat validitas 0.808 dan reliabilitas 0.902, sedangkan teknik analisa data menggunakan Uji-t (<em>Paired</em> <em>t-test</em>). Hasil penelitian menunjukkan <em>(p </em>= 0,000 &lt; 0,05<em>)</em> yang bermakna bahwa &nbsp;terdapat pengaruh latihan <em>shooting</em> <em>instape drive</em> berbasis <em>drill </em>&nbsp;terhadap hasil <em>shooting</em>. Maka dapat ditarik kesimpulkan bahwa model latihan <em>shooting</em> <em>instep drive</em> berbasis <em>drill</em> efektif untuk meningkatan hasil <em>shooting</em> pada cabang olahraga sepakbola tingkat pelajar.</p> Budiman Agung Pratama Muhammad Fajri Maujud Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-12-21 2019-12-21 3 668 674 Gamelan Jawa: Sebuah Alternatif Media Pembelajaran Matematika Berbasis Budaya http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/79 <p>Di perkembangan zaman saaat ini kebudayaan semakin dilupakan oleh masyarakat. Penyebabnya adalah kurangnya keterkaitan pemahaman dan penerapan nilai budaya dengan masyarakat. Hal ini perlu adanya keterkaitan antara budaya dengan proses pembelajaran. Etnomatematika menjadi salah satu jembatan yang mengaitkan antara pembelajaran matematika dengan kebudayaan. Dengan ini konsep matematika yang terbilang abstrak bisa dimengerti oleh siswa melalui benda-benda kongkret. Salah satunya yaitu kebudayaan yang ada di Jawa yaitu gamelan. Umumya dalam pembelajaran di Sekolah Dasar guru hanya menerangkan materi sehingga siswa terkadang bosan. Di sini peneliti mempunyai tujuan mendeskripsikan Gamelan dalam pembelajaran matematika. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnografi yaitu mendeskripsikan gamelan sebagai media pembelajaran di Sekolah Dasar. Hasil penelitian diperoleh bahwa terdapat unsur matematika yaitu lingkaran, bangun ruang dan bangun datar yang dapat digunakan sebagai media pembelajaran matematika Sekolah Dasar. Diperoleh kesimpulan adanya keterkaitan antara alat musik gamelan terhadap pembelajaran matematika terutama pada materi ling¬karan dan bangun ruang yaitu Gamelan Jawa. Yang memiliki bagian yang ber¬bentuk lingkaran dan juga bangun ruang sehingga dapat digunakan untuk mempelajari unsur - unsur lingkaran dan bangun ruang.</p> Elgie Firdyan Eka Zhoga Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-12-21 2019-12-21 3 675 688 Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis TIK dalam Pembelajaran PPKn Bagi Siswa SMP Negeri 1 Boyolali tahun Pelajaran 2019-2020 http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/80 <p>Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan Implementasi Pendidikan Karakter Berbasis TIK dalam Pembelajaran PPKn Bagi Siswa Kelas VII SMP Negeri 1 Boyolali tahun Pelajaran 2019-2020. Penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif. Subjek penelitiannya Guru PPKn dan siswa kelas VII di SMP Negeri 1 Boyolali dan objek penelitiannya adalah Pendidikan karakter berbasis TIK dan pembelajaran PPKn. Metode pengumpulan datanya : observasi, wawancara dan dokumentasi. Validitas data dilakukan dengan trianggulasi metode dan sumber. Teknik analisis data menggunakan teknik analisis interaktif terdiri dari 4 tahap yaitu: pengumpulan data, reduksi data, display data dan verifikasi data. Hasil penelitian: berdasarkan hasil pengamatan dilapangan yang dilakukan dari tanggal 2-7 september 2019&nbsp; ditemukan: hal-hal sebagai berikut: Implementasi pendidikan karakter berbasis TIK dalam pembelajaran PPKn bagi siswa kelas VII di SMP negeri 1 Boyolali dilaksanakan dengan cara : pada saat mengajar guru mengintruksikan pada semua siswa untuk mengaktifkan HP nya dan membuka situs google, selanjutnya guru mengintruksikan supaya setiap siswa mencari contoh contoh sikap perilaku dan perbuatan yang mencerminkan nilai karakter sila pertama sampai dengan sila ke lima, kemudian guru membentuk kelompok kecil tiap kelompok beranggotakan 5 siswa untuk mensimulasikan, mendramatisasikan ataupun bermain peran tentang sikap, prilaku dan perbuatan yang sesuai dan tidak sesuai dengan nilai karakter sila pertama, kedua, ketiga, keempat dan kelima. Setelah kegiatan selesai guru mlakukan refleksi dan sekaligus memberikan rangkuman materi pembelajaran.&nbsp; Dari hasil pengamatan diperoleh informasi terjadinya pembelajaran yang interaktif berbasis TIK, siswa lebuh bersemangat, siswa dapat menemukan contoh sikap, perilaku dan prbuatan yang mencerminkan nilai karakter sila pertama sampai dengan sila kempat dengan sangat variatif, pembelajaran menarik, terjadinya perubahan karakter siswa. Simpulannya implementasi pendidikan karakter berbasis TIK dalam pembelajaran PPKn bagi siswa kelas VII SMP Negeri 1 Boyolali tahun Pelajaran 2019-2020 memiliki dampak yang positif dalam mewujudkan pendidikan karakter.</p> Suyahman Suyahman Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-12-21 2019-12-21 3 689 703 Studi Literature Model Pembelajaran POE (Predict, Observe, and Explain) http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/81 <p>Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui hasil penelitian yang sudah dilakukan oleh beberapa peneliti mengenai penerapan model pembelajaran POE <em>(Predict, Observe, and Explain).</em> Metode penelitian yang digunakan meta analisis yang dibagi menjadi beberapa poin kajian diantaranya berdasarkan tujuan penelitian, desain penelitian, dan subjek atau sampel penelitian. Instrumen dalam penelitian ini menggunakan <em>Human Instrument.</em> Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dari jurnal nasional dan internasional sebanyak 20 jurnal. Teknik analisis data menggunakan deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan berdasarkan tujuan penelitian, Menguji penerapan / pengaruh sebanyak 80%, Mengembangkan / meningkatkan pembelajaran sebanyak 15%, Mendiskripsikan sebanyak 5%, dan mengetahui hubungan sebanyak 0%. Pada desain penelitian, eksperimen sebanyak 80%, PTK 10%, dan RnD 10%. Pada Subjek penelitian, SD 10%, SMP 40%, SMA 45%, dan mahasiswa 5%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan model pembelajaran POE merupakan model pembelajaran yang banyak digunakan untuk diuji baik dari penerapan maupun pengaruhnya terhadap pembelajaran. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran dapat meningkatkan efektifitas pembelajaran.</p> Rizky Iqbal Prasetyo Nur Hidayat Arifian Dimas Copyright (c) 2019 Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan dan Pembelajaran) 2019-12-21 2019-12-21 3 704 710