Estetika Bahasa, Tembang Lakon Ketoprak: Kajian Ethnopuitika

  • Endang Waryanti Universitas Nusantara PGRI Kediri
Keywords: estetika, lakon, ketoprak, bahasa, etnopuitika, tembang

Abstract

Fokus penelitian ini adalah estetika lakon ketoprak dengan pendekatan  etnopuitika. Secara khusus fokus penelitian ini sebagai berikut: (1) estetika bahasa lakon ketoprak yang mencakup diksi dan gaya bahasa; (2) estetika tembang lakon ketoprak yang mencakup tembang iringan dan tembang adegan. Penelitian ini penelitian kualitatif dengan  metode deskriptif. Pendekatan  yang digunakan adalah  pendekatan  etnopuitika.  Sumber  data  pada  penelitian ini adalah dokumen  audio-visual pementasan  Ketoprak Siswo budoyo Tulungagung – Jawa Timur. Analisis data dilakukan dengan menggunakan model interaktif, yang terbagi menjadi tiga tahap yaitu: pereduksian  data, paparan data, dan penarikan  kesimpulan. Secara keseluruhan  hasil penelitian “Estetika  Lakon  Ketoprak”  yang telah dianalisis mencakup: (1) estetika bahasa  lakon ketoprak meliputi: (i) diksi piranti greget saut; (ii) diksi piranti sambung rapet; (iii) diksi piranti salah gumun; (iv) diksi piranti nengsemake; (v) diksi piranti nges; (vi) diksi piranti undha-usuking  basa; dan  (vii) diksi piranti rakitaning  ukara;  dan  estetika gaya bahasa  dalam  lakon  ketoprak meliputi: (i) gaya bahasa paramasastra-Kawi; (ii) gaya bahasa amardi basa; (iii) gaya bahasa parama-sastra; (iv) gaya bahasa amardawa basa. (3) estetika tembang yang meliputi: (a) tembang pengiring dan (b) tembang adegan. Tembang pengiring keseluruhan  meliputi:  lagon, ada-ada, kawin sekar, gerongan, sindhenan, kandha sekar, senggakan dan tembang dolanan. Hasil analisis tembang adegan meliputi: tembang adegan diiringi gamelan dan tembang adegan yang tidak diiringi gamelan.

References

Achmad, A. Kasim. 2000. “Teater Rakyat Indonesia.” Dalam Analisis Kebudayaan. No. 2, Th. 1, Hal. 111-120.
Aminuddin. 2009. Pengantar Apresiasi Karya Sastra. Bandung: Sinar Baru. Bently, Eric. 1990. A Study of Drama in Modern. New York: Meridian Book. Bodgan, Robert C. & Biklen, Sari K. 1988. Qualitative Research in Education, an Introduction to Theory and Methods. Boston: Allyn and Bacon.
Culler, Jonathan. 1975. Structuralist Poetics Structuralism, Linguistics, and The Study of Literature. Ithaca, New York.
Daentrich, John E. 1970. Play Diretion. New York: Prentice Haal. Darma, Budi. 2000. Moral dalam Sastra. Surabaya: Unesa Press.
Dasgupta, Daskam. 1990. Dalam Arjuna Wiwaha. Oleh T.Kuntara Wiramartono. Yogyakarta: Duta Wacana University Press.
Djelantik, A.A.M. 2000. Pengantar Dasar Ilmu Estetika. Denpasar: STSI
Egri, Lajos. 1987. The Art of Dramatic. Writing. New York: Simon and Schuster. Esten, Mursal. 2003. Sastra Indonesia dan Tradisi Sub Kultur. Bandung: Angkasa. Gard, Robert E. 1989. Community Theater: Idea and Achievement. New York: Sloan and Pearce.
Gie, The Liang. 1976. Garis Besar Estetik: Filsafat Keindahan. Yogyakarta: UGM.
Guritno, Pandam. 2008. Wanda Sebagai Watak Dasar Kondisi Mental dan Lingkungan dalam Gatra. Jakarta: Senawangi.
Harimawan, RMA. 2009. Drama Turgi. Bandung: Rosda.
Haryanto, S. 2000. Bayang-Bayang Adiluhung: Filsafat, Simbolis, dan Mistik dalam Wayang. Semarang: Dahara Prize.
Herbert, Read. 2000. Pengertian Seni. Terjemahan Sudarsono SP. Yogyakarta: Saku Dayarsana.
Hudson, William Henry. 1968. An Introduction to the Study of Literature. London: Toronto Wellington Sydney: George G. Harrap & Co.ltd.
Jakobson, Roman. 1979. Linguistics and Poetics. England: The Belknap Press to Harvard University Press.
Jones, Edward H. 1968. Outlines of Literature Short Stories Novels and Poems. New York: The Macmillan Company.
Kadarisman, A Effendi. 2000. Relativitas Bahasa dan Relativitas Budaya.”Linguistik Indonesia, Tahun ke 23, No. 2: 151-170.
Kadarisman, A. Effendi. 2009. Mengenai Bahasa Menyibak Budaya. Malang: Universitas Negeri Malang.
Kappler. 2000. Aesthetic of Tongan Dance. Dalam Jurnal Etnomusikologi, Vol XV. No. 2. Terjemahan Ben Suharto, Estetis Taritongan. Yogyakarta. Kenny, William. 1975. How to Analyze Fiction. New York: Monarch Press.
Kusnadi. 2011. “Tembang dalam Pertunjukan Langen Mandra Wanara” – dalam Imaji – Jurnal Seni dan Pendidikan Seni Volume 9 Nomor 2 Agustus 2011.
Lindsay, Jennifer. 2001. Klasik, Kontemporer. Sebuah Studi Tentang seni Pertunjukan Jawa. Yogyakarta: Gajah Mada Uni Press.
Levitt, Paul. M. 1976. A Struktur Approach to The Analysis of Drama. Paris: Moulton, The Hague.
Lubis, Mochtar. 2002. Tehnik Mengarang. Jakarta: Kurnia Eza.
Marco de Marinis. The Semiotics of Performance. Terjemahan Aline Q Healy, Bloomington and Indianapolis: Indiana University Press. 1993.
Miles, Mathe. B dan Hubermen, A Michel. 1992. Qualitatif Data Analisis. Diterjemahkan oleh Tjejep Roendi Rohidi. 1992. Analisis Data Kualitatif; Buku Sumber Tentang Metode Baru. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Muljono. Tanpa tahun. “Revitalisasi Ketoprak dalam Menghadapi Tantangan Zaman” – Makalah Sarasehan Ketoprak .Kediri.
Nasution, J.U. 1975. Pujangga Sanusi Pane. Jakarta: Gunung Agung.
Nurgiantoro, Burhan. 2009. Teori Pengkajian Fiksi. Yogyakarta: Gajah Mada University Press.
Padmosoekotjo, S. 1960. Ngrengenan Kasusastran Jawa, Yogyakarta: Hien Hoo Sing.
Peacock, Roland. 1987. The Art of Drama. New York: Routledge
Poedjosoedarmo. 1979. Tingkat Tutur Bahasa Jawa. Jakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Poerwadarminta, W.J.S. 1939. Baoesastra Djawa. Batavia: J.B. Wolters’ Uitgevers Maatschappij N.V. Groningen.
Prawiroatmodjo. 1981. Bausastra Jawa Indonesia. Jakarta: Gunung Agung. Ratna, Nyoman Kutha. 2008. Estetika. Denpasar: Universitas Udayana Press.
Read, Herbert diterjemahkan Soedarsana. 2009. Pengertian Seni. Yogyakarta: Kinisius.
Sachari, Agus. 2008. Estetika Terapan. Bandung: Angkasa.
Sharma, Mukunda Madahwa. 2004. The History of Rasa in Sankrit Literature (Widya Pustaka,TH V, Okt, Hal 93-105).
Sarumpaet, Riris K. 2002. Istilah Drama dan Teater. Jakarta: Universitas Indonesia Press.
Sedyawati, Edy. 2007. Pertumbuhan Seni Pertunjukan. Jakarta: Sinar Harapan. Semi, Atar. 2005. Anatomi Sastra. Padang: Angkasa Raya.
Soedarsono. 2004. Gamelan Drama Tari, Dan Komedi Jawa. Yogyakarta: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Javanologi.
Sudyarsana Handung Kuss.2002.Ketoprak. Yogyakarta: Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Sulardi. 1997. Garap Pakeliran. Jakarta: Sarasehan Temu Seniman Ketoprak.
Soemardjo, Jakob dan Saini K.M. 2000. Apresiasi Kesusastraan. Jakarta: Gramedia.
Stanton, Robert 1965. An Introduction to Fiction. New York: Hold, Reinhard and Winston, Inc.
Sudjiman, Panuti. 2005. Kamus Istilah Sastra. Jakarta: Gramedia. Susena, Fran Magnis. 2007, Etika Jawa. Jakarta: Gramedia.
Sutrisno, Mudji, dkk. 2000. Estetika Filsafat Keindahan. Yogyakarta: Kanisius.
Suwardi. 2006. “Dasar-dasar Pembelajaran Tembang” – Bahan Pelatihan Bahasa Jawn SMA/MA/ SML Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang. Magelang: Dinas Pendidikan Kabupaten Magelang
Tambayong, Japi. 2003. Dasar-Dasar Dramaturgi. Bandung: Pustaka Prima. Teeuw. A. 2002. Membaca dan Menilai Sastra. Jakarta: Gramedia.
Wibowo, Freed. 2005. Orientasi Teater Rakyat. Yogyakarta: Pustaka Jaya.
Wijaya dan FA Sutjipto. 2000. Kelahiran dan Perkembangan Ketoprak, Yogyakarta: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Javanologi.
Wijaya dan FA Sutjipto. 2000. Ketoprak Teater Rakyat Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta, Yogyakarta: Proyek Penelitian dan Pengkajian Kebudayaan Nusantara, Javanologi.
Yassin, HB. 2003. Kesusastraan Indonesia Modern dalam Kritik dan Esai jilid IV. Jakarta: Gunung Agung.
Published
2019-10-28
How to Cite
Waryanti , E. (2019). Estetika Bahasa, Tembang Lakon Ketoprak: Kajian Ethnopuitika. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 3, 47-58. Retrieved from http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/7
Section
MATERI INVITE SPEAKER