Cooperative Learning: Sebuah Metode untuk Menciptakan Hubungan Positif Antar Siswa Dalam Mencapai Prestasi Akademik

  • Isfauzi Hadi Nugroho Universitas Nusantara PGRI Kediri
Keywords: kooperatif, hubungan positif, prestasi akademik

Abstract

Teman memiliki peran penting dalam menentukan kualitas lingkungan belajar. Guru jarang mengalokasikan waktu untuk menciptakan relasi yang positif antar siswa di dalam kelas. Selain itu, program pendidikan guru juga jarang memberi pengetahuan tentang keefektivitasan kelompok dan keterampilan dalam mengelola kelompok di dalam kelas. Padahal banyak penelitian yang menunjukkan bahwa kelas yang mengalokasikan waktu untuk menciptakan relasi positif antar siswa di dalam kelompok dapat mengurangi banyak penyimpangan perilaku dan dapat menyediakan iklim kelas yang mampu mempertinggi prestasi siswa. Relasi antar teman mempengaruhi prestasi siswa di beberapa aspek. Pertama, sikap teman terhadap prestasi mempengaruhi aspirasi akademik siswa dan perilaku sekolah. Kedua, kualitas hubungan pertemanan dan dukungan personal di dalam kelas dapat memenuhi kebutuhan individual siswa dan mereka dapat mengembangkan kemampuan mereka secara produktif didalam proses belajar. Ketiga, relasi pertemanan dapat secara langsung mempengaruhi prestasi melalui aktivitas belajar secara kooperatif. Pengalaman akan kualitas hubungan antar teman di sekolah akan mempengaruhi tingkat keterlibatan siswa di sekolah.

Selama tahun sekolah, siswa menghabiskan lebih dari 1000 jam dengan teman sekelas mereka. Interaksi antar teman di kelas sekolah dasar biasanya terdiri dari anak yang tinggal berdekatan satu sama lain. Interaksi antar teman juga melibatkan pertemanan dan konflik diantara siswa tersebut. Pertemanan dan konflik yang berkembang di kelas sering mempengaruhi kehidupan siswa diluar sekolah. Konflik dengan teman merupakan sesuatu yang sedikit kompleks bagi anak di tingkat dasar yang dengan segala sifat egosentrismenya mengurangi pengaruh perilaku terhadap teman mereka. Meskipun demikian, di semua tingkat pendidikan, nilai-nilai, norma-norma dan perilaku-perilaku dari kelompok itu secara signifikan mempengaruhi perasaan aman siswa, merasa dimiliki, menghormati satu sama lain, dan memiliki harga diri secara personal.

References

Brophy, J. E. (1983). Classroom Organization and Management. The Elementary School Journal, 4(4), 265–285.
Brophy, J. E. (1998). Teaching problem Students. (Guilford, Ed.). New York.
Canter, L. (2002). Assertive Discipline: Positive Behavior Management for Today’s Classroom. Seal Beach, CA: Lee Canter & Associates.
Doyle, W. (1986). Classroom Organization and Management: Hand Book Research and Teaching. New York: McMillian.
Evertson, C. M. (2006). Handbook of Classroom Management: Research, practice, and contemporary issues. Mahwah, NJ: Erlbaum.
Freiberg, J. H. (1999). Beyond Behaviorism: Changing the Classroom Management Paradigm. Boston: Allyn and Bacon.
Henly, M. (2010). Classroom Management: A Proactive Approach. Boston: Pearson.
Jones, V. . (2008). Comprehensive Classroom Management: Motivating and Managing Students. Boston, MA: Allyn and Bacon.
Pianta, R. . (2006). Classroom management and relationships between children and teachers: Implication for research and practise. Mahwah, NJ: Erlbaum.
Vasa, S. (1984). Clasroom Management: A Selected review of the literatur. Nebraska: ERIC Docment Reproduction.
Published
2019-11-20
How to Cite
Nugroho, I. H. (2019). Cooperative Learning: Sebuah Metode untuk Menciptakan Hubungan Positif Antar Siswa Dalam Mencapai Prestasi Akademik. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 3, 486-492. Retrieved from http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/54
Section
ARTIKEL PROSIDING