Ekstrapolasi Paradigma Pendidikan dan Kearifan Kebudayaan Lokal Dalam Menyambut Society 5.0

  • Suswandari Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
Keywords: Ekstrapolasi paradigma pendidikan, kearifan lokal, society 5.0

Abstract

Tulisan ini mengupas tentang  ekstrapolasi paradigma  pendidikan dan  kearifan kebudayaan lokal dalam menyambut Society 5.0, yaitu masyarakat yang mampu menyeimbangkan kemajuan  ekonomi dan menyelesaikan masalah sosial dengan mengintegrasikan dunia maya dan  dunia fisik.  Society 5.0 diluncurkan di Jepang pada Januari 2019  pada saat  masyarakat  Jepang  mengalami kerisauan akibat kehadiran  teknologi tinggi  berbasis kecerdasan artifisial sebagai  sesuatu yang sangat menakutkan karena banyak orang kehilangan pekerjaan, kebanggan kaum kaptilais karena prinsip efektifitas dan efisien dalam bisa diwujudkan, serta hilangnya naluri kemanusiaan  karena tuntutan teknologi. Keseimbangan kehidupan manusia menjadi isyu utama masyarakat 5.0 yang meliputi : emosional, intelektual, fisikal, sosial dan spiritual.  Pemberian sentuhan nilai- nilai humanisme melalui pendidikan  dan  integrasi  nilai-nilai kearifan budaya lokal menjadi social capital penting di era Society 5.0 yang akan diterima oleh masyarakat dunia dalam upaya menghilangkan gab akibat Revolusi Industri 4.0.

References

Alasdtr, Gilchrist. (2016). Industry 4.0: The Industrial of Things. Thailand: Bangken Nonthaburi.
Alvin Toffler. (1980). The Third Wave. Bantam Books
Ashkenas, Ron. ( et. al ). ( 2002). The Boundaryless Organization : Breaking The Chains of Organizational Structure. San francisco. Jossey- Bass.
Banu Prasetyo dan Umi Trisyanti. (2018). “Revolusi Industri 4.0 dan Tantangan Perubahan Sosial”. Jorunal of Proceeding Series. Nomor 5 . ITS
Bhagwati, Jagdish. ( 2004 ). In Defense of Globalization. Oxford University Press- New York.
Erwin Prima (2019). “Mengenal Visi Jepang 5.0 : Interpretasi Ruang Maya dan Fisik”. 29 Januari. http: //www. tempo.co.
Fasli Jalal (2014). “Optimalisasi Pemanfaatan Bonus Demografi”. Kuliah Umum Universitas Udayana . Bali
Furqon. (2015). “Etnopedagogi : Pendekatan Pendidikan Berbudaya dan Membudayakan”. Makalah Seminar Internasional . FPIPS Universitas Lambung Mangkurat.
Giddens, Anthony. ( 2002 ). “ The Third Way The Renewal of Social Democracy”. Alih Bahasa : Ketut Arya Mahardika . Jalan Ketiga: Pembaruan Demokrasi Sosial . Jakarta: PT SUN
Griffin, Patrick, Barry McGraw, Esther Care (ed). (2012). Assessment and Teaching of 21 St Century Skills. Esther Care Melbourne.
Hirst, Paul and Grahame Thompson. ( 2001). Globalisasi Adalah Mitos. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Kuntari Eri Murti. (2013). “Pendidikan Abad 21 Dan Implementasinya Pada Pembelajaran Di Sekolah Menengah Kejuruan Untuk Paket Keahlian desain Interior”. Artikel Kurikulum 2013.
Macleans A geo.J and Suzanne Majhana Vich. (ed). (2016). Effect of Globalization on Education System and Development Debats and Issues. Sense Publishers Rotterdam.
Mayumi Fukuyamma. (2018). “ Society 5.0: Aiming For a New Human Centered Society”. Japan Spotlight. Juli Agustus.
Mickletwait, John and adrian Wooldridge. ( 2000 ). The Challenge and Hidden Promise of Globalization. New York : Crown Publishers, Ramdon House . Inc.
Mukminan. (2014) . “Tantangan pendidikan Abad 21”. Makalah Seminar Nasional. Prodi Teknologi Pendidikan. Pascasarjana Universitas Negeri Surabaya.
Ohmae, Kenichi. ( 2002). “The End of the Nation State The Rise of Regional Economies. Alih Bahasa : Ruslani. Hancurnya Negara Bangsa Bangkitnya Negara Kawasan dan Geliat Ekonomi Regional di Dunia Tak Terbatas. Yogyakarta: Qolam.
P.O. Skobelev, S Yu.Borovik (2017). “On The Way From Industry 4.0 to Industry 5.0: From Digital Manufacturing to Digital Society”. International Scientific Journal Industry 4.0 Wen ISSN 2534 -997X; Print ISSN 2543-85
Riggs, Fred W. ( 2002 ). “ Globalization, Ethnic Diversity and Nationalism The Challenges for Democracies”. Annals AAPSS. 581.
Roe Robbert A. (2001). Trust Implications For Performance and Effectiveness. Eropean Journal.
Suswandari. (2016). “Komitmen Identitas Etnik Betawi Dalam Upaya Merawat Eksistensi Kearifan Lokal Di Jakarta “. Makalah Disampaikan dalam Seminar Nasional Pertemuan Forum Pimpinan Fakultas Ilmu Sosial LPTK Seluruh Indonesia serta Pelantikan Pengurus Pusat HISPISI yang diselenggarakan oleh FIS Universitas Negeri Makasar di Makasar
Suswandari. (2017). “ Jati Diri Guru Abad 21”. Makalah Disampaikan dalam Seminar Nasional Peningkatan Kompetensi Calon Guru Dalam menghadapi Tantangan Global Kerjasama Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Malang dengan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA. Dome Universitas Muhammadiyah Malang
Suswandari. (2017). Kearifan Lokal etnik Betawi: Mapping Sosio Kultural Masyarakat Asli Jakarta. Yogyakarta Pustaka Pelajar.
Suswandari. (2019). “Mapping Sosial dan Strategi Adaptasi Etnik di Kabupaten Sikka Nusa Tenggara Timur”. Hasil Penelitian Internal di Lembaga Penelitian dan Pengembangan Universitas Muhammadiyah Prof. DR. HAMKA
Suswandari. (2019). “Potensi Pemanfaatan Nilai Nilai Kearifan Lokal Dalam Penguatan Karakter Sumber Daya Manusia Indonesia Di Era 4.0 “. Makalah seminar nasional di Universitas Muhammadiyah Bengkulu, 9- 10 September 2019
Tatang N Taufik. (2005). Pengembangan Sistem Inovasi Daerah: Perspektif Kebijakan. Bandung
TDA Becta Leading. (2010). 21 Th Century Teaching and Learning Reviewing Use Of Technology. Washington
Umar al Faruqi. (2019). “ Survai Paper: Future Srvice in Indutry 5.0”. Jurnal Sistem Cerdas Vol 2 Nomor 1
Wahyu. (2015). “Membangun Jati Diri Guru Pendidikan IPS Berbasis Pendidikan Karakter”. Pendidikan Karakter. Universitas Lambung Mangkurat.
Published
2019-10-28
How to Cite
Suswandari, S. (2019). Ekstrapolasi Paradigma Pendidikan dan Kearifan Kebudayaan Lokal Dalam Menyambut Society 5.0. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 3, 35-45. Retrieved from http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/5
Section
MATERI KEYNOTE SPEAKER