Pembelajaran Kompetensi Abad 21 Menghadapi Era Society 5.0

  • Sumarno SMK Negeri 5 Kota Malang
Keywords: pembelajaran, kompetensi abad 21, era society 5.0

Abstract

Makalah ini merupakan hasil kajian pustaka berhubungan dengan pembelajaran kompetnsi kecakapan abad 21 dalam kerangka menghadapi tantangan hidup era society 5.0. Tujuan makalah ini adalah sebagai sarana berbagi informasi kepada para pendidik untuk melakukan kegiatan pengembangan keprofesian secara berkelanjutan agar kompetensi keprofesian yang dimiliki tetap sesuai dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, seni dan budaya, sehingga pendidik dapat menciptakan pembelajaran yang kreatif dan inovatif serta mengembangkan model pembelajaran yang bermutu relevan dengan kebutuhan zaman. Makalah ini berisi tiga pokok bahasan, yaitu peradaban society 5.0, kompetensi kecakapan abad 21, dan model pembelajaran kompetensi kecakapan abad 21. Trilling dan Fadel (2009) berpendapat bahwa kecakapan abad 21 terdiri tiga jenis kecakapan utama, yaitu: (1) life and career skills, (2) learning and innovation skills, dan (3) information media and technology skills. Kecakapan abad 21 yang disosialisasikan oleh Dirjen Dikdasmen Kemendikbud (2017) terdiri empat jenis kecakapan, yaitu: (1) keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah (Critical Thinking and Problem Solving Skill) (2) kecakapan berkomunikasi (Communication Skills), (3) kreativitas dan inovasi (Creativity and Innovation), (4) kolaborasi (Collaboration). Kompetensi kecakapan abad 21 tersebut perlu dibelajarkan kepada peserta didik di sekolah dalam rangka menghadapi tantangan dan tuntutan kehidupan era society 5.0. Pembelajaran kompetensi kecakapan abad 21 dapat dilakukan dengan menggunakan model pembelajaran berparadigma konstruktif, berpusat pada peserta didik dan berbasis eksperimen, yaitu: inquiry training, inquiry jurisprudensi, group investigation dan project based learning.

References

Arends, R. I. 1998. Learning to teach. Singapore: Mc Graw-Hill book Company.
Bell, B.F. 2005. “Children’s Science, Contructivism and Learning in Science”. Tersedia pada: http://www.gsn.org/web/ontructivism /whatis.htm.
Burden, P. R., & Byrd, D. M. 1996. Method for effective teaching, second edition. Boston: Allyn and Bacon.
Doppelt, Y. 2005. “Assessment of Project-Based Learning”. International Journal of Technology Education, Volume16, Nomor 2. Tersedia pada: http://scholar.lib.vt.edu/ejournals/JTE/v16n2/pdf/doppelt.pdf. diakses 18 September 2019
Eng. Ansarullah Lawi. 2019. Society 5.0 Solusi Masa Depan Dunia
http://hotnewsbatam.com/2019/02/19/society-5-0-solusi-masa-depan-dunia/, diakses 15 September 2019
Fatur Rahman. 29 Januari 2019. Society 5.0: Konsep Peradaban Masa Depan
https://medium.com/hmif-itb/society-5-0-konsep-peradaban-masa-depan-d1b29ebbac9e, diakses 26 September 2019
Gunter, M. A., Estes, T. H., & Schwab, J. H. 1990. Instruction: A models approach. Boston: Allyn and Bacon.
Irianto, D. 2017. Industry 4.0; The Challenges of Tomorrow. Seminar Nasional Teknik Industri, Batu-Malang.
Joyce, B., & Weil, M. 2013. Models of teaching. New Jersey: Prentice-Hall, Inc.
Kemendikbud. 2017. Implementasi kecakapan abad 21 Kurikulum 2013 di Sekolah Menengah.
Krulik, S., & Rudnick, J. A. 1996. The new sourcebook for teacing reasoning and problem solving in Junior and Senior High School. Boston: Allyn and Bacon.
Lee, J., Lapira, E., Bagheri, B., Kao, H., (2013). Recent Advances and Trends in Predictive Manufacturing Systems in Big Data Environment. Manuf. Lett. 1 (1), 38–41.
LPPM Unika Soegijapranata. 9 Agustus 2019 . Budaya Menjadi Penentu Arah Society 5.0 di Indonesia
http://news.unika.ac.id/2019/08/budaya-menjadi-penentu-arah-society-5-0-di-indonesia, diakses 24 September 2019
Mayer, R. E. 1999. Designing instruction for constructivist learning. Dalam Reigeluth, C.M.(Ed.): Instructional-design theories and models: A new paradigm of instructional theory, volume II. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates, Publisher.
Muhamad Yahya. 2018. Pidato ilmiah Era Industri 4.0: Tantangan dan peluang Pendidikan kejuruan Indonesia. Makasar: Universitas Negeri Makasar
Prisecaru, P. 2016. Chalenges of the Fourth Industrial Revolution. Knowledge Horizon Economic. 8(1), 57-62.
Saskatchewan. 1991. Intructional Approach. Satkatchewan Education
Sung, T.K. 2017. Industri 4.0: a Korea perspective. Technological Forecasting and Social Change Journal, 1-6.
Schwab, Kaluse. 2016. The Fourth Industrial Revolution. World Economic Forum®
Slavin, R. E. 1995. Cooperative learning. Second edition. Boston: Allyn and Bacon.
Sriyadi . 2019. Peran Pendidikan dan Kebudayaan di Era Society 5.0, Sebagai Penentu Kemajuan Bangsa
http://kalimayanews.com/peran-pendidikan-dan-kebudayaan-di-era-society-5-0-sebagai-penentu-kemajuan-bangsa/, diakses 5 September 2019
Tempo. 29 Januari 2019. Mengenal Visi Jepang Society 5.0: Integrasi Ruang Maya dan Fisik
https://dunia.tempo.co/read/1245855/topan-faxai-putus-pasokan-listrik-hampir-1-juta-rumah-di-jepang, diakses 12 September 2019
Trilling, B & Fadel, C. 2009. 21st-century skills: learning for life in our times. US: Jossey-Bass A Wiley Imprint.
Trisna Sastradi. 2013. Model Pembelajaran Berbasis Proyek Tersedia pada: http://mediafunia.blogspot.com/2013/02/model-pembelajaran-berbasis-proyek.html 13 September 2019
Published
2019-11-15
How to Cite
Sumarno, S. (2019). Pembelajaran Kompetensi Abad 21 Menghadapi Era Society 5.0. Prosiding SEMDIKJAR (Seminar Nasional Pendidikan Dan Pembelajaran), 3, 272-287. Retrieved from http://ojs.semdikjar.fkip.unpkediri.ac.id/index.php/SEMDIKJAR/article/view/28
Section
ARTIKEL PROSIDING